Presuniv Gandeng NPC Kembangkan Moulding Competency Center

Adanya mesin ini juga akan bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi para mahasiswa, khususnya dari Prodi Teknik Mesin.

oleh Liputan6.comDiperbarui 30 Maret 2023, 09:17 WIB
President University. Dok: president.ac.id

Liputan6.com, Jakarta - President University (Presuniv) menandatangani Perjanjian Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) dan sekaligus Perjanjian Kerja Sama dengan PT Nirwana Persada Cipta (NPC).

Dokumen perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Rektor Presuniv Chairy dan Direktur NPC Fauzi Iskandar di Laboratorium Teknik Mesin, Jababeka Medical Sciene Center di Jl. Dr. Satrio, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi.

Usai penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama, acara dilanjutkan dengan serah terima Injection Moulding Machine (NPC 160). Fauzi Iskandar dari NPC menyerahkan secara langsung mesin injection moulding tersebut kepada Rektor Presuniv Chairy, yang mewakili Presuniv.

Rektor Presuniv Chairy mengungkapkan rasa senangnya bisa berkolaborasi dengan NPC. Apalagi mesin NPC 160 memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya, kapasitas produksinya yang terbilang besar.

“Melalui kolaborasi ini saya optimis akan semakin banyak kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat, yang bisa dilakukan oleh Presuniv, termasuk yang akan kami lakukan secara bersama-sama dengan NPC,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/3/2023).

Adanya mesin ini juga akan bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi para mahasiswa, khususnya dari Prodi Teknik Mesin, dan secara umum untuk Fakultas Teknik, terutama dalam hal keterampilan injection moulding yang berbasis plastik.

“Kami berharap Injection Moulding Machine (NPC 160) ini dapat digunakan secara produktif baik oleh Presuniv maupun masyarakat. Saya berharap ke depan kami, Presuniv dan NPC, akan bisa melakukan sinergi untuk secara bersama-sama menyusun langkah yang strategis guna mengembangkan moulding competency center yang berbasis plastik," sambungnya.

 

 

Untuk pelatihan mahasiswa dan masyarakat

Fauzi Iskandar, yang sudah menekuni industri plastik selama sekitar 20 tahun, mengamati bahwa sejauh ini dia belum nelihat adanya lembaga yang bergerak dalam bidang pelatihan plastic injection moulding.

“Itu sebabnya saya bermimpi suatu saat harus  ada lembaga yang memberikan pelatihan tersebut,” tegas Fauzi. 

Sementara, Direktur Teknik Fabrication Laboratory (Fablab), Nanang Ali Sutisna mengatakan, selain untuk pelatihan mahasiswa dan masyarakat, dengan kapasitas produksinya yang lumayan besar, mesin Injection Moulding Machine (NPC 160) bisa dikomersialisasikan.

“Dengan adanya mesin tersebut, kami juga siap mencetak berbagai produk plastik kemasan sesuai dengan permintaan customer,” ucapnya.

Nanang memaparkan sekilas cara kerja mesin injection moulding. Mesin ini membutuhkan bahan baku yang berupa biji plastik. Biji-biji plastik tersebut kemudian  dimasukkan ke dalam mesin untuk dipanaskan pada suhu tertentu sampai meleleh.

Setelah meleleh, plastik cair tersebut kemudian diinjeksikan ke dalam mesin cetak (moulding). Plastik cair yang telah dicetak tersebut kemudian akan didiamkan selama beberapa waktu sampai mendingin dan bentuknya tidak berubah. Setelah itu, plastik tersebut dikeluarkan dari mesin cetak dalam bentuk produk jadi.

Injection Moulding Machine (NPC 160) tersebut dapat dioperasikan secara manual, semi-otomatis, dan otomatis. Papar Nanang, selama cetakan dirancang dengan wajar, mesin injeksi dapat bekerja secara otomatis dari injeksi ke pencetakan dan keluar dalam bentuk produk jadi.

 

Industri plastik kini jadi pendukung utama bagi industri-industri lainnya

Saat ini industri plastik sudah memainkan peranan yang sangat penting dalam baik perekonomian nasional maupun internasional. Industri plastik kini menjadi pendukung utama bagi industri-industri lainnya, seperti industri makanan dan minuman, medis dan farmasi, kosmetik, elektronik, pertanian, otomotif, konstruksi dan masih banyak lagi bidang industri lainnya.

Hal ini menunjukkan kian meluasnya penggunaan plastik untuk berbagai produk industri.

Contohnya, industri otomotif semakin banyak menggunakan plastik untuk berbagai komponennya. Misalnya, banyak bagian interior kendaraan yang kini menggunakan plastik. Plastik juga digunakan untuk mengganti komponen yang terbuat dari baja.

Penggunaan plastik ini dinilai lebih menguntungkan, karena dapat menurun bobot kendaraan dan lebih tahan karat ketimbang baja.

Plastik juga kian banyak digunakan dalam industri elektronika. Semakin banyak produk elektronik, seperti TV, radio, komputer dan berbagai perangkat elektronik lainnya komponennya terbuat dari plastik. Dengan semakin meluasnya industri pengguna, permintaan akan plastik bisa terus berkembang dan meluas. Jadi, plastik tak hanya dijadikan sebagai bahan untuk mengemas produk.

Belakangan seiring dengan berkembangnya penerapan konsep ekonomi sirkular, peran plastik menjadi lebih strategis lagi. Berkat konsep ekonomi sirkular, plastik yang dahulu dianggap sampah yang sulit diurai oleh lingkungan, lewat berbagai skema pengelolaan ternyata mampu memberikan nilai tambah.

 

Infografis Cara Generasi 90-an Jalani Liburan Sekolah. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya