Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan pada perdagangan 6-10 Maret 2023. Koreksi IHSG tersebut masih dibayangi sentimen global terutama bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) yang masih hawkish atau agresif menaikkan suku bunga.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI),IHSG merosot 0,71 persen menjadi 6.765,30 pada 6-10 Maret 2023. Pada pekan lalu, IHSG terpangkas ke posisi 6.813,63. Kapitalisasi pasar bursa juga anjlok 0,67 persen menjadi Rp 9.388,20 triliun pada pekan ini. Kapitalisasi pasar itu turun setara Rp 63,08 triliun dari pekan lalu Rp 9.451,28 triliun.
Advertisement
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian terpangkas 1,49 persen menjadi 1.077.630 transaksi dari 1.093.950 transaksi pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian bursa menjadi 14,64 miliar saham dari 16,72 miliar saham pada penutupan pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian bursa anjlok 18,98 persen menjadi Rp 8,74 triliun dari Rp 10,79 triliun pada pekan sebelumnya.
Selama sepekan, seluruh indeks sektor saham (IDX-IC) kompak tertekan. Sektor saham energi merosot 2,74 persen, sektor saham basic turun 3,44 persen, sektor saham industri tergelincir 2,26 persen, sektor saham nonsiklikal terpangkas 0,54 persen dan sektor saham siklikal susut 1,83 persen.
Selain itu, sektor saham kesehatan terpangkas 0,72 persen, sektor saham properti melemah 0,79 persen, sektor saham teknologi merosot 1,79 persen, sektor saham infrastruktur susut 2,02 persen dan sektor saham transportasi terperosok 1,62 persen.
Investor asing mencatatkan aksi beli Rp 37,24 miliar pada Jumat, 10 Maret 2023. Pada pekan ini, investor asing melakukan aksi beli saham Rp 400,57 miliar. Sepanjang 2023, investor asing membukukan aksi beli saham Rp 3,86 triliun.
Sentimen The Fed Bayangi IHSG Sepekan
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG meski melemah 0,71 persen dalam sepekan tetapi investor asing masih membukukan aksi beli saham. Ia prediksi, gerak IHSG masih dipengaruhi sentimen global.
“The Fed masih akan cenderung hawkish kepada kebijakan moneternya untuk menekan inflasi hingga 2 persen,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Minggu (12/3/2023).
Ia menambahkan, ada rilis data pengangguran Amerika Serikat yang meningkat ditambah harga komoditas batu bara global yang cenderung di fase downtrennya.
“Beberapa hal tersebut yang masih mempengaruhi IHSG dan emiten batu bara khususnya dan dimungkinkan berpengaruh selama sepekan ke depan,” kata dia.
Herditya menuturkan, pada pekan depan, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.728, best case IHSG masih berpeluang menguat menguji 6.817-6.824 sekaligus sebagai level resistance.
“Worst case, bila break support, maka IHSG masih rawan koreksi ke 6.644-6.712,” ujar dia.
Pencatatan Reksa Dana ETF dan Obligasi
Pada pekan ini, BEI mencatat pencatatan perdana satu reksa dana saham atau exchange trade fund (ETF) di yaitu reksa dana mandiri ETF LQ45 (XMLF).
XMLF merepresentasikan 45 perusahaan terbesar dan paling likuid di Indonesia yang menjadi proxy pertumbuhan ekonomi, dengan total kapitalisasi pasar sekitar 56,68 persen dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). XMLF merupakan ETF pertama yang dicatatkan di BEI pada 2023.
Kemudian pencatatan perdana saham dari PT Mitra Pack Tbk (PTMP) pada papan pengembangan BEI. PTMP menjadi perusahaan tercatat ke-23 di BEI pada 2023. PTMP bergerak pada sektor Industrials dengan subsektor Industrial Goods. PTMP bergerak pada industri Machinery dengan subindustri Industrial Machinery & Components.
Pada Rabu, 8 Maret 2023, terdapat tiga pencatatan perdana saham dari PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE), dan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON). CUAN, SAGE dan TRON merupakan perusahaan tercatat ke-24, 25 dan 26 di BEI pada 2023.
CUAN dicatatkan pada Papan Utama BEI, sedangkan SAGE dan TRON dicatatkan pada Papan Pengembangan BEI. SAGE dan TRON juga menerbitkan waran dengan kode SAGE-W dan TRON-W. CUAN bergerak pada sektor Energy dengan subsektor Oil, Gas & Coal. CUAN bergerak pada industri Coal dengan subindustri Coal Production.
Sementara itu, SAGE bergerak pada sektor dan subsektor Properties & Real Estate. Industri dan subindustri SAGE adalah Real Estate Management & Development. TRON bergerak pada sektor Technology dan subsektor Software & IT Services. Industri dan subindustri TRON adalah Software.
Penerbitan Obligasi Sentuh Rp 21 Triliun
PT Sinar Mas Multiartha Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multiartha Tahap IV 2023 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 784,7 miliar pada Rabu (8/3). PT Kredit Rating Indonesia memberikan peringkat irAA (Double A) untuk obligasi ini. PT Bank KB Bukopin Tbk bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini.
Pada Kamis, 9 Maret 2023, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap II Tahun 2023 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 2,5 triliun. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi ini adalah idA+ (Single A Plus). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini. Pada Jumat (10/3), PT Bank Victoria International Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Bank Victoria Tahap I Tahun 2023 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 500 miliar.
PEFINDO menetapkan peringkat idA- (Single A Minus) untuk obligasi ini dan bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.
Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2023 adalah 18 emisi dari 17 emiten untuk senilai Rp21,02 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 520 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp454,04 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 127 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 187 seri dengan nilai nominal Rp5.449,14 triliun dan USD452,11 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 8 emisi senilai Rp3,27 triliun.