Perusahaan perkebunan milik grup Salim, Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencetak laba sepanjang 2012 sebesar Rp 1,52 triliun. Namun besaran untung yang diperoleh perusahaan melorot 32,44% dibandingkan periode setahun sebelumnya di posisi Rp 2,25 triliun.
Dikutip dari keterangan tertulis perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (27/2/2013), pendapatan perusahaan pada tahun lalu mencapai Ro 13,84 triliun, naik 9,83% dari sebelumnya Rp 12,61 triliun.
Sayangnya dengan beban pokok penjualan yang meningkat 20,46%, laba bruto perusahaan tahun lalu hanya mencapai Rp 3,89 triliun, atau turun 10,36%.
Sementara sepanjang 2012, laba usaha perusahaan mencapai Rp 2,45 triliun.
Laba per saham dasar yang diperoleh pemegang saham dari kinerja tahun 2012 tercatat sebesar Rp 73 per saham. Melemah dari sebelumnya Rp 115 per saham.
Hingga akhir 2012, perusahaan perkebunan milik grup Salim ini mencapai Rp 26,57 triliun yang terdiri dari aset lancar Rp 6,79 triliun dan aset tak lancar Rp 19,78 triliun.
Sedangkan perusahaan sepanjang 2012 mengantongi utang senilai Rp 10,48 triliun dimana Rp 4,58 triliun merupakan utang jangka pendek. (Shd)
Dikutip dari keterangan tertulis perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (27/2/2013), pendapatan perusahaan pada tahun lalu mencapai Ro 13,84 triliun, naik 9,83% dari sebelumnya Rp 12,61 triliun.
Sayangnya dengan beban pokok penjualan yang meningkat 20,46%, laba bruto perusahaan tahun lalu hanya mencapai Rp 3,89 triliun, atau turun 10,36%.
Sementara sepanjang 2012, laba usaha perusahaan mencapai Rp 2,45 triliun.
Laba per saham dasar yang diperoleh pemegang saham dari kinerja tahun 2012 tercatat sebesar Rp 73 per saham. Melemah dari sebelumnya Rp 115 per saham.
Hingga akhir 2012, perusahaan perkebunan milik grup Salim ini mencapai Rp 26,57 triliun yang terdiri dari aset lancar Rp 6,79 triliun dan aset tak lancar Rp 19,78 triliun.
Sedangkan perusahaan sepanjang 2012 mengantongi utang senilai Rp 10,48 triliun dimana Rp 4,58 triliun merupakan utang jangka pendek. (Shd)