KIB Disarankan Usung Ganjar-Airlangga di Pilpres 2024, PAN: Kita Dengarkan Aspirasi

KIB akan memonitor secara serius dan selektif pasangan calon yang akan memenangi pilpres agar dapat menjalankan platform dan program akselerasi dan transformasi ekonomi nasional.

oleh Liputan6.comDiperbarui 09 Maret 2023, 19:51 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto optimistis partainya mampu memenuhi target perolehan kursi legislatif untuk wilayah Papua (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Partai Amanat Nasional (PAN) merespon positif adanya usulan Koalisi Indonesia Bersatu mengusung pasangan Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024.

"Kita mendengar aspirasi yang datangnya dari segala penjuru. Semua masih terbuka dan cair dan dinamis," ujar Viva Yoga Wakil Ketua Umum PAN,  Kamis, 9 Maret 2023.

Viva mengatakan keputusan paslon di pilpres nanti akan diputuskan PAN bersama dengan Golkar dan PPP di rapat KIB. 

KIB menurutnya, akan memonitor secara serius dan selektif paslon yang akan memenangi pilpres agar dapat menjalankan platform dan program akselerasi dan transformasi ekonomi nasional. Saat ini, lanjutnya, KIB masih dalam proses pematangan kondisi obyektif. 

"Pada waktunya nanti akan diputuskan nama-nama paslon untuk capres cawapres yang akan didaftarkan secara resmi ke KPU. Jika ada keputusan akan segera dikabari," tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menyarankan Ganjar Pranowo mengambil Airlangga Hartarto sebagai cawapres ketimbang Erick Thohir.

 

Mesin Politik Golkar Besar

Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Plt Ketum PPP Muhammad Mardiono saat berkumpul di acara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). (Istimewa)

Menurutnya kekuatan logistik Erick Thohir tak akan mampu menyaingi mesin politik partai Golkar yang besar yang ada dibawah kendali Airlangga Hartarto.

"Kenapa Ganjar-Airlangga lebih berpotensi, karena Erik itu tidak ada artinya. Dia bukan kader partai, nggak punya mesin partai, hanya mengandalkan figur dan logistik. Figur dan logistik dalam pilpres nggak ada jaminan juga," ujarnya 

Dia mengatakan mesin partai Golkar otomatis akan bekerja saat ketua umumnya menjadi peserta pemilihan presiden, meski hanya cawapres. Faktor itu juga menjadikan potensi pasangan Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto untuk menang Pilpres lebih signifikan dibanding pasangan Ganjar-Erick Thohir. 

"Kalau mesin partai kan ga mungkin juga bergerak kalo Ganjar-Erik. Kenapa? Karena nggak ada nyangkut dengan Golkarnya. Nah kalo ada Airlangga kan pasti mesin partai bergerak, berikhtiar untuk berupaya menangkan Ganjar Airlangga," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya