Girry Pratama Bahas Kasus Mobilnya yang Dilelang Sepihak, Berharap Bisa Temui Jalan Tengah

Girry Pratama tetap berharap kasus mobilnya yang dilelang secara sepihak, dapat diselesaikan dengan baik.

oleh Surya HadiansyahDiperbarui 05 Januari 2023, 19:19 WIB
Girry Pratama. (ist)

Liputan6.com, Jakarta Produser Girry Pratama, saat ini tengah menghadapi masalah. Mobil kreditannya disebut telah dilelang secara sepihak oleh salah satu bank swasta.

Girry Pratama kemudian melaporkan masalah ini ke pengadilan lewat kasus perdata. Hingga saat ini, kasus tersebut masih terus bergulir. Bersamaan dengan itu, Girry Pratama mengatakan bahwa dirinya menemukan beberapa kejanggalan.

"Kasus masih berlanjut hari ini agendanya mendatangkan saksi saksi. Banyak yang aneh. Saya minta tanggal berapa mobil saya dilelang saja, gak dikasih tau. Agak kecewa sih, mobil ini udah 4 tahun sama saya. Masak cuman telat (bayar) gak sampai sebulan sudah dilelang," kata Girry Pratama ditemui di kawasan Tangerang, Banten, baru-baru ini.

"Sedangkan di kontrak jelas 3 kali tunggakan baru boleh dilelang. Dan saya sangat koperatif saat saya diluar negri saya vidiocallan dengan mereka menandakan saya masih koperatif," sambungnya.


Awal Masalah

Girry Pratama

Mundur sedikit ke belakang, masalah ini bermula ketika Girry Pratama sedang berada di berada di Budapest, Hungaria pada 3 Januari 2022 lalu. Girry sudah mengetahui bahwa kredit mobilnya jatuh tempo 8 Januari 2022. Girry juga mengaku sudah menghubungi staf bank untuk menyampaikan keterlambatan bayar. Saat itu, Girry izin untuk terlambat bayar karena kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan pembayaran.

Girry Pratama kemudian kembali ke Indonesia pada 6 Januari 2022 dan rupanya harus menjalani karantina sampai 22 Januari 2022. Namun, Girry yang terpapar COVID-19 harus menambah karantina lagi sekitar 2 minggu. Dari pihak bank menghubungi staf Girry untuk menganjurkan menitipkan saja mobil tersebut dengan maksud menunjukkan adanya itikad baik. Namun, saat Girry Pratama selesai karantina dan mendatangi bank swasta itu untuk membayar, ternyata mobil sudah dijual tanpa ada informasi.

"Saya punya bukti yang jelas. Dan karantina 14 hari di hotel itu bukan kemauan saya. Pemerintah yang buat. Ada yang bilang tinggal transfer aja lewat ATM. Kan saya sudah bilang saat di luar (negeri) kita itu cuman bawa cash sama kartu kredit. Banyaklah alasannya malah menyududkan saya," beber Girry Pratama lagi.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya