Harga Kripto Hari Ini 27 Desember 2022: Bitcoin dan Ethereum Menguat

Deretan kripto teratas masih beragam pada perdagangan Selasa (27/12/2022).

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 27 Desember 2022, 06:36 WIB
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Selasa (27/12/2022). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali bertengger di zona hijau.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa pagi, 27 Desember 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 0,09 persen dalam 24 jam terakhir dan 2,63 persen sepekan.

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 16.847 per koin atau setara Rp 263,2 juta (asumsi kurs Rp 15.623 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) turut menguat pagi ini. ETH naik 0,06 persen dalam sehari terakhir dan 4,89 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.218 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB turun 0,13 persen, tetapi masih menguat 1,16 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 242,70 per koin. 

Kemudian Cardano, kembali bertengger di zona hijau. Dalam satu hari terakhir ADA naik 1,98 persen dan 4,82 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,2637 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali melemah dengan penurunan selama satu hari terakhir sebesar 1,73 persen dan 4,80 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 11,19 per koin.

Sedangkan XRP berhasil melesat. XRP tumbuh 6,49 persen dalam 24 jam terakhir dan 9,15 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3685 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) pada pagi ini kembali ambles. Dalam satu hari terakhir DOGE turun 1,27 persen, tetapi masih menguat 5,27 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level USD 0,07479 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih berada di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto alami penurunan dalam 24 jam ke level USD 809,8 miliar dari sebelumnya di level USD 812,4 miliar.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Ternyata Bitcoin Jadi Salah Satu Indikator Utama Indeks S&P 500

Ilustrasi bitcoin (Foto: Kanchanara/Unsplash)

Sebelumnya, investor pasar saham yang mencari petunjuk tentang potensi perubahan tren bearish ke bullish di indeks S&P 500 harus memperhatikan bagaimana gerak harga dari kripto terbesar di dunia Bitcoin. 

Hal ini lantaran, Bitcoin cenderung memimpin dasar pasar saham utama setidaknya dalam enam minggu terakhir, menurut analisis data masa lalu oleh Delphi Digital. 

Ahli strategi Delphi, yang dipimpin oleh Kevin Kelly, dalam laporan pratinjau 2023 mengungkapkan data masa lalu menunjukkan, rata-rata, BTC telah mencapai 48 hari untuk mencapai titik terendah atau 10 hari lebih dulu dibandingkan S&P 500.

“Selama lima tahun terakhir, semua pembalikan harga utama di BTC telah mendahului yang ada di indeks saham utama,” ujar Kelly dikutip dari CoinDesk, Jumat (23/12/2022). 

Ini menunjukkan bitcoin dan kripto secara umum, dipandang oleh investor sebagai aset yang lebih berisiko daripada saham. Seperti yang dicatat Eswar Prasad dari Brookings Institutions tahun lalu, bitcoin telah menjadi investasi spekulatif.

Sementara itu secara fundamental perusahaan dan faktor ekonomi makro berdampak langsung pada pergerakan harga saham, sedangkan pasar kripto belum mengembangkan hubungan yang kuat dengan ekonomi global, meski beberapa kali harga kripto jatuh terdampak ekonomi global.

 

 

Pasar Taruhan

Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Aset digital, hingga saat ini, terbukti didorong oleh narasi, dengan valuasi hampir seluruhnya bergantung pada kecepatan ekspansi pasokan mata uang fiat, terutama dolar AS dan faktor-faktor seperti tingkat inflasi yang memengaruhi kebijakan Federal Reserve.

“Pasar kripto adalah salah satu taruhan paling murni pada ekspansi likuiditas global dan penurunan nilai mata uang. Tidak hanya dipengaruhi oleh faktor makro, tetapi ketika kondisi pasar berubah, seringkali yang pertama bereaksi,” catat ahli strategi Delphi.

Bitcoin mencapai harga tertinggi di level USD 69.000 (Rp 1 miliar) pada 11 November 2021, atau 55 hari sebelum S&P 500 memuncak pada 4.818 pada 4 Januari. Bitcoin mencapai titik terendah 11 hari dan delapan hari sebelum S&P 500 masing-masing pada 23 Maret 2020, dan 24 Desember 2018.

Berdasarkan data masa lalu ini, menunjukkan Bitcoin menjadi salah satu indikator untuk melihat perubahan tren pada indeks S&P 500.

Senator AS Tegaskan Bitcoin Adalah Komoditas Bukan Mata Uang

Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Sebelumnya, Senator AS John Boozman mengungkapkan, meskipun disebut mata uang kripto, Bitcoin tetap dianggap sebuah komoditas bukan mata uang. Dia menekankan, pertukaran di mana komoditas diperdagangkan, termasuk bitcoin, harus diatur oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

“Bitcoin, meskipun mata uang kripto, itu tetap adalah komoditas. Ini adalah komoditas di mata pengadilan federal dan pendapat ketua Securities and Exchange Commission (SEC). Tidak ada perselisihan tentang ini,” kata Boozman dalam sebuah sidang, dikutip dari Bitcoin.com, Selasa (6/12/2022).

Menyebut keruntuhan FTX mengejutkan, sang senator berkata laporan publik menunjukkan kurangnya manajemen risiko, konflik kepentingan, dan penyalahgunaan dana pelanggan. 

Senator Boozman melanjutkan untuk berbicara tentang regulasi kripto dan memberdayakan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) sebagai pengatur utama pasar spot kripto. 

“CFTC secara konsisten menunjukkan kesediaannya untuk melindungi konsumen melalui tindakan penegakan hukum terhadap aktor jahat,” lanjut Senator Boozman.

Boozman yakin CFTC adalah agensi yang tepat untuk peran regulasi yang diperluas di pasar spot komoditas digital.

Pada Agustus 2022, Boozman dan beberapa senator memperkenalkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen Komoditas Digital (DCCPA) untuk memberdayakan CFTC dengan yurisdiksi eksklusif atas pasar spot komoditas digital. 

Dua RUU lainnya telah diperkenalkan di Kongres tahun ini untuk menjadikan regulator derivatif sebagai pengawas utama untuk sektor kripto.

Sementara bitcoin adalah komoditas, Ketua SEC Gary Gensler berulang kali mengatakan sebagian besar token kripto lainnya adalah sekuritas.

 

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya