FIFA Didesak Investigasi Dugaan Pelecehan Kiper Argentina kepada Kylian Mbappe Usai Piala Dunia 2022

Kiper Argentina Emiliano Martinez menjadi pahlawan Tim Tango saat menjadi juara Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis 4-2 lewat drama adu penalti, usai skor 3-3 bertahan sampai 120 menit. Martinez mampu menggagalkan tendangan penalti Kingsley Coman.

oleh Rangga AriDiterbitkan 23 Desember 2022, 19:00 WIB
Emiliano Martinez (tengah) di parade juara Piala Dunia 2022 bareng Argentina. Dia tampak menggendong boneka bayi dengan wajah Kylian Mbappe (twitter/ori)

Liputan6.com, Jakarta - Kiper Argentina Emiliano Martinez menjadi pahlawan Tim Tango saat menjadi juara Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis 4-2 lewat drama adu penalti, usai skor 3-3 bertahan sampai 120 menit. Martinez mampu menggagalkan tendangan penalti Kingsley Coman.

Meskipun Lionel Messi yang menjadi Man of the Match dan pemain terbaik Piala Dunia 2022 Qatar, Martinez mendapat sorotan atas penampilan gemilangnya dan mental kuatnya dalam psy-war. Emi juga berhasil dinobatkan sebagai kiper terbaik di Piala Dunia 2022.

Seusai laga Argentina vs Prancis, Martinez telihat menyemangati bintang Prancis yang mencetak hattrick di final Piala Dunia 2022, Kylian Mbappe. Namun saat melakukan selebrasi, Martinez selalu mengolok-olok Mbappe.

Di ruang ganti, Martinez bercanda dengan meminta satu menit mengheningkan cipta untuk Mbappe. Dan pada saat perayaan kemenangan Piala Dunia di Buenos Aires, Argentina, kiper Aston Villa itu membawa boneka bayi dengan tempelan wajah Mbappe.

Tapi beberapa fans dari Prancis telah dibuat marah oleh lelucon Martinez untuk Mbappe ini, termasuk seorang menteri Prancis. Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Pemulihan Prancis, Bruno Le Maire mengecam keras perilaku Martinez dan para fans Argentina dan ingin FIFA turun tangan.

Le Maire ingin FIFA menyelidiki Emiliano Martinez dan para fans Argentina yang menurutnya telah melakukan pelecehan terhadap Kylian Mbappe dan melanggar norma-norma saling menghormati dalam sepak bola.

"Apa yang dilakukan FIFA? Olahraga adalah tentang permainan yang adil. Ini harus menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Harus menunjukkan rasa hormat kepada mereka yang kalah," kata Le Maire kepada Sud Radio, dilansir Sport Bible.

 


Dinilai Curang

Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) dan kiper Emiliano Martinez (kanan) menghibur Kylian Mbappe (tengah) usai melawan Argentina pada pertandingan sepak bola final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, 18 Desember 2022. Argentina menang 4-2 dalam adu penalti melawan Prancis setelah pertandingan berakhir imbang 3 -3. (AP Photo/Natacha Pisarenko)

Martinez juga dituduh melakukan kecurangan selama final Piala Dunia 2022, khususnya pada drama adu penalti. Aksi selebrasi dan psy-war Martinez yang bertujuan untuk menunda penendang penalti Prancis dinilai tidak sportif.

Dia menggunakan semua upaya untuk menunda penendang Prancis dan membuatnya tidak fokus, termasuk meminta wasit untuk memeriksa penempatan bola, membuang bola, di antara trik lainnya.

Selain itu, dia kemudian menjadi viral karena selebrasinya yang unik setelah pemberian penghargaan Golden Glove, saat dia memegang trofi di dekat orang-orang penting di atas panggung penghargaan Piala Dunia 2022.

Lanjut Baca:

Martinez menjelaskan keputusannya untuk melakukan itu, “Saya melakukannya karena orang Prancis mencemooh saya. Kebanggaan tidak bekerja dengan saya," Aksi Martinez selama final Piala Dunia 2022 juga mendapat kecaman dari mantan bek Timnas Prancis yang ikut dalam skuad saat menjuarai Piala Dunia 2018, Adil Rami. Ia menilai Martinez merupakan orang yang sangat dibenci dunia pada saat ini. "Dasar orang yang brengsek! (Martinez) Dia jadi orang yang paling dibenci," tulis Rami di Instagram story.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya