Perjalanan Belanda ke Perempat Final Piala Dunia 2022: Kejar Trofi Tanpa Total Football

Belanda sempat panen kritikan saat melakoni tiga pertandingan di babak grup Piala Dunia 2022.

oleh Mohamad TaufikDiperbarui 08 Desember 2022, 13:28 WIB
Pemain Belanda merayakan gol pertama timnya ke gawang Qatar yang dicetak oleh Cody Gakpo saat matchday ketiga Grup A Piala Dunia 2022 di Stadion Al Bayt, Selasa (29/11/2022). (AP/Lee Jin-man)

Liputan6.com, Jakarta Belanda masuk daftar 8 negara terakhir yang masih bertahan di Piala Dunia 2022 Qatar, setelah sukses menaklukkan Amerika Serikat 3-1 pada babak 16 besar.

Ketika menghadapi Amerika Serikat, beberapa pengamat menilai, Belanda mulai menerapkan permainan dengan standar tinggi. Salah satunya adalah Micah Richards, eks pemain Manchester City yang sekarang jadi pundit bola.

Dikutip dari Eurosport, Micah Richards yang memiliki 13 caps bersama Timnas Inggris, menilai Belanda di fase gugur menunjukkan reaksi berbeda dibandingkan saat melakoni pertandingan di babak grup.

Belanda menghajar Amerika Serikat dengan cara counter football. Mereka dengan sabar menunggu, lalu balik melepaskan pukulan. Dua gol pertama De Oranje ke gawang Matt Turner, menunjukkan rencana Belanda di Piala Dunia 2022 Qatar adalah seperti itu.

Tidak ada total football dalam permainan Belanda ala Louis van Gaal. Yang ada adalah tuntutan bermain sabar dan bertarung secara efektif ketika menguasai bola, maupun ketika ditekan lawan.

"Mereka mengendalikan permainan dengan dan tanpa bola. Menjalankan game plan dengan standar tertinggi, dengan tempo di mana mereka tidak memaksakan diri," kata Micah Richards berbicara kepada BBC dikutip dari Eurosport.

Sebelum Micah Richards menyampaikan analisisnya, gelandang Atalanta, Marten De Roon sudah mengirim pesan kepada penggemar Belanda agar tidak terlalu berharap melihat permainan De Oranje yang menghibur.

Pernyataan De Roon disampaikan untuk menjawab para kritikus yang menilai permainan Belanda, khususnya di babak grup tidak sedap untuk dilihat. "Nilai hiburan (sepak bola indah) tidak begitu penting," tegas De Roon dikutip dari Voetbal Primeur.

 

 


Abaikan Total Football

Pemain Timnas Belanda, Denzel Dumfries (kanan) melepaskan tendangan yang berbuah gol ketiga Belanda ke gawang Timnas Amerika Serikat dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, Sabtu (3/12/2022) malam WIB. (AP/Luca Bruno)

Terlepas dari performa impresif penyerang muda mereka, Cody Gakpo, permainan Belanda di babak grup memang terlihat rada mengkhawatirkan, jauh dari kesan total football yang acap diidentikkan kepada De Oranje sejak Johan Cruyff Cs menunjukkannya di Piala Dunia 1974.

Di pertandingan pertama Grup A Piala Dunia 2022, Belanda banyak ditekan oleh Senegal meski akhirnya bisa menang 2-0 berkat dua gol telat. De Oranje juga dinilai cukup beruntung terhindar dari kekalahan saat bermain imbang 1-1 kontra Ekuador. Permainan Belanda rada mendingan saat mengandaskan Qatar 2-0 di laga terakhir Grup A.

Lanjut Baca:

Tapi semua tentu tahu, Qatar, tak memiliki kualitas permainan yang baik untuk bertarung di panggung besar Piala Dunia dan faktanya mereka adalah tuan rumah Piala Dunia terburuk dari segi hasil pertandingan. Marten de Roon tak peduli dengan kritikan terhadap permainan timnas Belanda. Dia bersama para pemain pilihan Van Gaal, berada di Qatar karena satu alasan dan tujuan yakni membawa Belanda mendapatkan gelar juara dunia pertama setelah kegagalan di final 1974, 1978, dan 2010. De Roon menyadari bahwa timnas Belanda tidak memainkan sepak bola yang atraktif di Piala Dunia kali ini. Tetapi dia setuju dan akan mendukung semua rencana serta ide-ide Van Gaal yang biasanya brilian. Yang pasti, untuk mendapatkan trofi Piala Dunia pertama, Belanda memang butuh cara bermain yang efektif dan sedikit keberuntungan seperti yang pernah dikatakan Van Gaal. "Kamu tidak boleh membuat kesalahan lagi, kamu tidak boleh kalah. Nilai hiburannya tidak begitu penting. Kami ingin menjadi juara dunia tanpa harus memainkan sepak bola yang bagus (atraktif)," tegasnya "Kalian mungkin lebih suka (melihat Belanda) bermain dan menang dengan skor 5-0, tetapi tidak selalu demikian," kata De Roon. "Kami mendapatkan hasil dan kami tidak kalah. Saya harap ini menjadi lebih baik. Tujuan pertama hanya untuk melangkah lebih jauh." Denzel Dumfries, yang tampil brilian saat Belanda menumpas Amerika Serikat, juga setuju dengan perkataan De Roon. "Saya mengkritik permainan saya sendiri, tetapi ini tentang tim. Kami tahu apa yang bisa diperbaiki. Ini tidak ada hubungannya dengan performa, karena itu bagus," tegas fullback Inter Milan yang kabarnya diincar Chelsea.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya