Selain Bungkam Mulut, Berikut 3 Bentuk Protes Jerman Lainnya Terhadap Piala Dunia 2022 Qatar

Timnas Jerman beberapa kali melayangkan bentuk protes terhadap Piala Dunia 2022 di Qatar, selain pose bungkam mulut

oleh Dito PramudyasetaDiperbarui 24 November 2022, 10:39 WIB
Protes Jerman saat pertandingan melawan Romania (Foto: Twitter @DFB_Team).

Liputan6.com, Jakarta Tim nasional Jerman terus memberikan protes terhadap kebijakan Piala Dunia 2022 Qatar. Baru-baru ini para pemain menutup mulut saat foto line-up pertandingan melawan Jepang

Badan asosiasi sepak bola timnas Jerman melalui Twitter mereka @DFB_Team menulis, "Dengan ban kapten kami, kami ingin memberi contoh nilai-nilai yang kami jalani di tim nasional: keragaman dan saling menghormati. Bersuara lantang bersama bangsa lain. Ini bukan tentang pesan politik: hak asasi manusia tidak bisa dinegosiasikan. 1/2." 

"Itu seharusnya tidak perlu dikatakan lagi. Sayangnya bukan itu yang terjadi. Itulah mengapa pesan ini sangat penting bagi kami. Melarang kami memakai perban itu seperti membungkam mulut kami. Sikap kami berdiri. 2/2" tulis dalam utas sangat singkat tersebut yang diunggah pada Rabu (23/11/2022), lengkap dengan foto sedang melakukan gestur tersebut.

Pemain Timnas Jerman berpose untuk foto tim dengan menutupi mulut mereka dalam pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 melawan Jepang, di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Rabu (23/11/2022). (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Dilansir The Guardian, Kamis (24/11/2022), pose bungkam mulut merupakan protes terhadap kebijakan larangan unsur LGBTQ+ oleh Qatar.

Unsur-unsur yang dimaksud seperti pride flag, yakni bendera pelangi yang merujuk kepada simbol LGBTQ+, dan juga ban kapten bertulisan OneLove, yakni ikon promosi pesan inklusi LGBTQ+. 

Seperti yang kita ketahui, Qatar adalah negara mayoritas beragama Islam. Tindakan homoseksual dan sejenisnya adalah hal yang ilegal di Qatar karena dianggap tidak bermoral dan merupakan penyimpangan.

Ternyata selain aksi bungkam mulut ini, tim nasional Jerman juga sudah beberapa kali melayangkan gestur protes terhadap perhelatan Piala Dunia Qatar 2022. Berikut 3 bentuk protes tersebut, mulai dari membawa banner sampai mengenakan jersey secara terbalik.

 

Baju 'Human Rights'

Protes Jerman saat pertandingan melawan Islandia.

Pertama adalah protes yang dilakukan dalam salah satu pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar, yakni dalam pertandingan melawan Islandia pada 26 Maret 2021. Pertandingan yang kemudian dimenangkan Jerman 3 gol tanpa balas.

Dilansir The Indian Express, sebelum pertandingan para pemain tim nasional Jerman berbaris dengan kemeja hitam yang masing-masing bertuliskan satu huruf putih besar. Saat berbaris, dengan kemeja itu tim Jerman membuat tulisan "HUMAN RIGHTS (HAK ASASI MANUSIA)"

Protes itu merujuk kepada rumor kontroversi pelanggaran hak asasi manusi (HAM) para pekerja imigran yang dilakukan Qatar. Pemerintah Qatar sendiri mengaku terdapat 30.000 pekerja imigran yang dipekerjakan untuk membangun stadion-stadion dalam persiapan menyambut kompetisi Piala Dunia 2022.

Hal buruknya, pada Februari 2021, The Guardian mengatakan bahwa terdapat 6.500 pekerja imigran yang telah meninggal. Pemerintah Qatar sendiri mengatakan jumlah itu menyesatkan, karena tidak semua kematian itu berhubungan dengan proyek terkait Piala Dunia.  

Membalikan Baju

Protes Jerman saat pertandingan melawan Romania.

Hal yang serupa dilakukan lagi sebelum pertandingan melawan Romania, pada 28 Maret 2021. Masih dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar. Dilansir DW, para pemain dan anggota staf tim nasional Jerman, yang berjumlah 30 orang, membalikkan baju mereka sebagai dukungan terhadap 30 hak asasi manusia. 

Setelah pertandinga selesai, yang dimenangkan oleh Jerman secara tipis yakni 1 kosong melalui gol Serge Gnarby, kapten timnas Manuel Neuer mentakan bahwa gestur tersebut sebagai usaha mendukung hak asasi manusia. "Idenya datang dari tim. Kami menginginkan permainan yang adil di dalam dan di luar lapangan. Kami mendukung 30 hak asasi manusia dan keragaman itu," ucapnya.

Perlu diketahui bahwa angka 30 ini merujuk kepada 30 hak asasi dasar manusia. Di antaranya ada hak semua orang lahir bebas dan sama (equal), hak untuk hidup, hak untuk beragama, dan juga hak untuk menyampaikan pendapat.

Banner 'Wir für 30'

Protes Jerman saat pertandingan melawan Makedonia Utara.

Terakhir ada protes dengam membawa banner bertulisan 'Wir für 30' yang dilakukan saat pertandingan melawan Makedonia Utara. Pertandingan ini diselenggarakan pada 1 April 2021, dengan hasil mengejutkan yakni Jerman kalah 2-1.

Sama seperti sebelumnya, 'Wir für 30' atau yang dalam bahasa indonesia berarti 'Kami untuk 30', juga merupakan cara Jerman untuk berdiri melawan tindasan-tindasan terhadap 30 hak asasi dasar manusia yang dinilai telah dilakukan oleh Qatar. 

Ituah 3 bentuk protes yang pernah dilakukan Jerman pada Piala Dunia 2022 Qatar ini. Bersama beberapa negara Eropa lain, Jerman memang sering melambungkan protesnya terhadap kebijkan-kebijakan yang dinilai sewenang-wenang. Tidak aneh juga bila di pertandingan selanjutnya kita akan melihat bentuk protes lainnya dari tim berjulukan Der Panzer ini.

Dalam kompetensi bergengsi ini, Jerman memulai dengan kekalahan melawan Jepang 2-1 dalam babak penyisihan Grup E yang berlangsung di Stadion Internasional Khalifa, Qatar, pada Rabu (23/11/2022). Akibat kekalahan ini Jerman menjadi juru kunci. Dalam pertandingan selanjutnya, Jerman akan bertemu Spanyol, yang semalam berpesta gol dengan mengalahkan Kosta Rika 7 gol tanpa balas.

Infografis Grup E Piala Dunia 2022. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya