Potret Presiden Jokowi bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. credit: instagram.com/jokowi.
G20 juga menilai penting akselerasi penerapan teknologi dengan melakukan adopsi kebijakan. Implementasinya dilaksanakan dengan mendongkrak tersebarnya pembangkit listrik bersih dengan sumber daya energi terbarukan, termasuk menyetop operasi PLTU batu bara.
Atas dasar itu, negara G20 dala jangka menengah sepakat menghapus pemberian subsidi untuk bahan bakar fosil, sembari memberikan dukungan untuk negara yang paling miskin dan rentan.
"Kami akan memperkuat kerja sama internasional serta dialog produsen-konsumen yang relevan untuk mengamankan keterjangkauan dan aksesibilitas energi dengan membatasi volatilitas harga energi, dan meningkatkan teknologi yang bersih, aman, inklusif, dan berkelanjutan, termasuk mengembangkan interkonektivitas energi regional," tulis G20 dalam Leaders' Declaration.
Tak hanya itu, G20 pun komitmen mempromosikan investasi di sektor energi terbarukan pada sektor industri. Lalu, merumuskan mekanisme fiskal, pasar dan peraturan untuk mendukung energi bersih sesegera mungkin.
Termasuk mekanisme penetapan harga karbon dan insentifnya, sambil memberikan dukungan untuk negara yang paling miskin dan paling rentan.
Infografis Mengakhiri Perang dan Kolaborasi Selamatkan Dunia di KTT G20 (Liputan6.com/Triyasni)