Liputan6.com, Jakarta Liga Golf Jakarta atau LGJ sudah berakhir dan dimenangkan klub golf PGAI. Keberhasilan ini diraih setelah PGAI mengalahkan MBOIG pada laga final Liga Golf Jakarta yang digelar di Damai Indah Golf, PIK Course pada 3 November lalu.
Dua club terbaik di Jakarta, PGAI dan MBOIG beradu taktik dan strategi untuk menaklukkan PIK Course yang dikenal menantang. Melalui pertarungan ketat, PGAI akhirnya menyudahi perlawanan MBOIG dengan skor 3-2.
Advertisement
PGAI menjadi juara Liga Golf Jakarta edisi perdana yang memperebutkan Piala Bergilir Menpora. Mereka diperkuat Ade Zulfikar, Fausta Bianda, Harmen Nazar (Single Match), serta Yani K / Bunbun M dan Ferry L / Subur di Four Ball Match.
Formasi tersebut mendapat perlawanan ketat dari tim MBOIG yang terdiri dari Rio Cipto S, Tigana Satria, Steanly Tayu (Single Match), lalu Farisyi / Silowiyono dan Dhany S / Agus H di Four Ball Match. Dua semifinalis lainnya menghadirkan Damai Indah Golf Club (Juara III) dan Jakarta Golf Club (Juara IV).
Persaingan ketat dari babak penyisihan hingga final diamini oleh Reza Rajasa, selaku Ketua PGI DKI Jakarta. Menurutnya, sejak awal klub-klub peserta menunjukkan semangat tinggi untuk menjadi yang terbaik. Pertarungan sengit tidak hanya di final, melainkan juga terjadi di babak-babak sebelumnya.
“Saya sangat mengapresiasi perjuangan dan semangat seluruh peserta. Selamat kepada PGAI yang keluar sebagai Champion. MBOIG, Damai Indah Golf Club, dan Jakarta Golf Club telah menunjukkan karakter mereka sebagai tim-tim kuat di Jakarta. Semua bertanding secara fair-play, itulah sportivitas, itulah olahraga, dan itulah golf. Apa pun bisa terjadi,” ujar Reza.
Junior Programs
Tujuan digelarnya LGJ 2022 tidak hanya memberi wadah kompetisi bagi klub-klub golf di Jakarta. LGJ juga ditujukan untuk memacu memacu para pengurus klub untuk melakukan pembinaan pemain junior secara tersruktur dan berkesinambungan.
Meski berstatus klub amatir, namun klub-klub ini menjadi penentu untuk berkembangnya bibit-bibit baru pemain golf. Pada akhirnya, para pegolf ini bisa mewakili Jakarta Jakarta di berbagai event, termasuk menjadi Pro-Player. Meski di LGJ perdana ini sejumlah klub menghadapi tantangan (dan kewajiban) untuk menyertakan Junior Player, namun pada akhirnya semua bisa memenuhi.