Piala Dunia 2022: Aturan Adu Penalti yang Begitu Menantang

Penyelengaraan penalti sedikit berbeda di Piala Dunia 2022, apa itu?

oleh YuliantoDiterbitkan 13 November 2022, 17:00 WIB
Hong Myung-bo. Sweeper Korea Selatan yang kini berusia 53 tahun dan telah pensiun dari sepak bola internasional usai Piala Dunia 2002 ini tercatat sebagai pemain Asia pertama yang tampil dalam 4 edisi Piala Dunia, mulai edisi 1990 hingga 2002. Total tampil dalam 16 laga dengan torehan 2 gol dan 1 assist, penampilan terbaiknya terjadi pada edisi 2002 di saat menjadi tuan rumah bersama Jepang. Pada laga perempatfinal kontra Spanyol (22/6/2002), ia mencetak gol penentu kemenangan dalam drama adu penalti yang berakhir 5-3 untuk kemenangan Korsel dan terus melaju hingga menempati peringkat ketiga. (AFP/Christophe Simon)

Liputan6.com, Jakarta FIFA mempresentasikan aturan yang akan digunakan di Piala Dunia 2022 Qatar dalam hal adu penalti.

Aturan itu dinilai cukup fair.Untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola dunia, Piala Dunia 2022 akan digelar pada musim gugur ketimbang musim panas.

Alasannya, FIFA bersama Qatar selaku tuan rumah menghindari suhu terik gurun Arab, serta memberi sedikit waktu tambahan setelah pandemi COVID-19 yang mempengaruhi kalender olahraga dunia pada 2020 dan sebagian 2021.

Aturan kompetisi Piala Dunia di Qatar

Beberapa bulan lalu, FIFA memaparkan regulasi yang akan diterapkan di Qatar dan serupa dengan kompetisi lainnya: di babak penyisihan grup, tiga poin akan diberikan jika menang dan satu poin jika seri.

Di babak sistem gugur, dalam hal hasil imbang di akhir waktu reguler, akan ada tambahan 30 menit yang dibagi menjadi dua bagian masing-masing 15 menit. Jika hasil imbang berlanjut, akan ada adu penalti untuk menentukan pemenang.

Sejauh ini terlihat biasa saja. Peraturan ini juga diterapkan FIFA ketika berlangsungnya pertandingan sistem gugur. Tapi, perubahan akan terjadi ketika permainan dilanjutkan lewat drama adu penalti.  


Berikut Perbedaannya tentang Peraturan Penalti

Bagaimana penalti akan diambil di Qatar?

Aturan kompetisi menyatakan bahwa hanya pemain yang berada di lapangan permainan sebelum akhir pertandingan yang akan diizinkan untuk mengambil penalti, yaitu tidak akan ada perubahan pada akhir waktu tambahan, dengan pengecualian penjaga gawang, asalkan tim yang ingin membuat perubahan masih memiliki perubahan yang tersedia.

Jika tidak, penjaga gawang harus pemain outfield, memenuhi syarat sebagai penjaga gawang.

Kedua tim harus menembak dengan jumlah pemain yang tersedia sama, yaitu jika salah satu tim menyelesaikan pertandingan dengan kurang dari 11 pemain, baik karena cedera atau dikeluarkan, tim lain harus mengeliminasi pemain sebanyak yang diperlukan untuk menyamai jumlah pemain yang ada dengan jumlah pemain yang tersedia di tim lawan.

Dalam hal setelah 10 tembakan (lima per tim) pertandingan masih seri, akan ada adu penalti sudden death, di mana setiap tim akan memiliki satu tembakan dan tim pertama yang finis di belakang pada akhir ronde akan keluar alias tereliminasi.

Lanjut Baca:

Tidak ada pemain yang diizinkan untuk menembak dua kali sampai rekan satu timnya yang lain, termasuk penjaga gawang, telah melakukan tembakan.Jika mereka mengindahkan itu, FIFA menjelaskan bahwa tembakan-tembakan ini tidak akan dihitung dalam statistik pencetak gol.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya