Chelsea Kalah Dua Kali di Kompetisi Berbeda, Thomas Tuchel Beri Peringatan ke Manajer Baru

Chelsea baru saja menelan dua kekalahan beruntun di kompetisi berbeda. Skuad asuhan Graham Potter takluk dari Arsenal di Liga Inggris, sebelum kembali ditumbangkan oleh Manchester City dalam pertandingan Carabao Cup yang berlangsung pada Kamis (10/11/2022) dini hari WIB.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 10 November 2022, 21:30 WIB
Pemain Manchester City Riyad Mahrez (kedua kanan) mencetak gol ke gawang Chelsea pada pertandingan sepak bola putaran ketiga Piala Liga Inggris atau Carabao Cup di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, 9 November 2022. Manchester City menang 2-0. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta Chelsea kembali menuai kekalahan dari pesaingnya. Kali ini, The Blues takluk 0–2 di tangan Manchester City dalam duel putaran ketiga Carabao Cup yang dihelat pada Kamis (10/11/2022) dini hari WIB.

Catatan tersebut menandai kekalahan kedua berturut-turut yang dialami Chelsea sejak akhir pekan lalu. Seperti diketahui, skuad asuhan Graham Potter juga sempat tumbang  0–1 oleh Arsenal berkat gol semata wayang Gabriel Magalhaes di Liga Inggris.

Eks manajer The Blues, Thomas Tuchel, pun mengirim pesan peringatan kepada Potter. Mantan juru taktik asal Jerman itu menyadari betapa sulitnya mengelola Chelsea. Ia secara tak langsung mendorong sang suksesor untuk segera mengantisipasi kekalahan agar tidak kehilangan kepercayaan dari klub.

“Dari pengalaman saya di Chelsea, Paris (Saint-Germain), (Borussia) Dortmund, dan Mainz, semua itu tentang hasil,” ujar Tuchel kepada Ayurvedic Healing & Beyond Podcast, seperti dilansir dari Daily Mail.

“Anda dapat mengatasi satu kekalahan dalam waktu singkat, tetapi (hal itu) tidak boleh berlanjut terlalu lama karena jika tidak, tak akan ada lagi yang percaya pada prosesnya,” sambung pria berusia 49 tahun tersebut.

Sekadar informasi, Tuchel hingga kini masih nganggur usai dipecat Chelsea beberapa waktu lalu. Kekalahan dari Dinamo Zagreb di Liga Champions serta rentetan hasil kurang memuaskan di Liga Inggris membuat eks pelatih Dortmund kehilangan pekerjaannya di London Barat.

Ia bersama Mauricio Pochettino sempat dikaitkan dengan posisi di Aston Villa pasca pendepakan Steven Gerrard. Akan tetapi, laporan Metro mengeklaim, baik Tuchel maupun Pochettino, kala itu masih enggan menukangi The Villans.


Graham Potter di Chelsea

Manajer Chelsea, Graham Potter, gagal membawa timnya meraih kemenangan saat bersua RB Salzburg pada laga kedua Grup E Liga Champions di Stamford Bridge, Kamis (15/9/2022) malam WIB. The Blues harus puas bermain imbang 1-1. (AP Photo/Leila Coker)

Graham Potter pun ditunjuk menjadi suksesor Tuchel di Stamford Bridge. Manajer asal Inggris diangkut dari Brighton and Hove Albion tak lama setelah juru taktik terdahulu turun jabatan.

“Chelsea Football Club dengan senang hati menyambut Graham Potter sebagai pelatih kepala baru kami. (Ia) bergabung dalam kontrak lima tahun untuk membawa sepak bola progresif dan pembinaan inovatifnya ke klub,” bunyi pernyataan resmi Chelsea terkait penunjukkan Potter.

Lanjut Baca:

Eks pelatih The Seagulls memang dianggap menarik oleh bos Chelsea lantaran dirinya mampu mengantar Brighton membuat kejutan di Liga Inggris sejak musim lalu. Kehadiran Potter diharapkan dapat membantu The Blues mengamankan posisi empat besar di kancah domestik, serta membawa mereka melangkah jauh di Liga Champions.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya