Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-20 menelan kekalahan tipis dari Turki dalam laga uji coba yang berlangsung di Manavgat Ataturk Stadyumu, Rabu (26/10/2022) lalu.
Dilansir dari laporan yang diunggah di situs resmi PSSI, Garuda Nusantara takluk 1–2 dari lawannya. Adapun gol semata wayang yang dilesakkan kubu Indonesia bersumber dari aksi Dony Tri Pamungkas di menit ke-90+1.
Advertisement
Pelatih Timnas Indonesia U-20 Shin Tae-yong mengungkap, pertandingan antara kedua kesebelasan memang berjalan sengit. Walau belum mampu meraup hasil dominan, juru taktik asal Korea Selatan meyakini laga ini bisa menjadi sarana adaptasi buat anak-anak asuhnya.
“Memang hari ini kami kalah 1–2 dari Turki. Di babak pertama, kami bermain cukup baik, dan ini pertandingan pertama (untuk) adaptasi melawan tim Eropa. Dari pertandingan hari ini, beberapa pemain (jadi) dapat menit bermain,” ujarnya seperti dilansir dari laman PSSI.
Sekadar informasi, Timnas Indonesia U-20 saat ini tengah menjalani pemusatan latihan di Turki. Kegiatan tersebutmerupakan bagian dari TC Eropa yang ditujukan untuk mengasah kemampuan Garuda Nusantara jelang menghadapi Piala Asia U-20 2023.
Tak hanya menjalani sesi latihan, Timnas Indonesia U-20 juga dijadwalkan mengikuti serangkaian laga uji coba demi mengukur kekuatan skuad sebelum melakoni perhelatan penting tahun depan.
Sebelumnya, Indonesia telah lebih dulu meladeni perlawanan Cakallikli Spor di Lapangan Kempinski Hotel Football, Antalya, Senin (24/10/2022). Garuda Nusantara kala itu mampu meraih kejayaan 2–1 berkat gol Ginanjar Wahyu (’17) dan Ricky Pratama (’85).
Sayangnya, hasil positif ini tak mampu diteruskan kala bersua dengan Timnas Turki U-20. Garuda Nusantara harus mengakui keunggulan lawan usai tumbang dengan skor tipis 1-2.
Banyak Kekurangan
Shin Tae-yong tak menampik bahwa tim racikannya masih memiliki sejumlah kelemahan dalam laga kontra Turki. Ia mengkritik lemahnya lini serang Garuda Asia. Pertahanan yang kurang rapat juga membuat Timnas Indonesia U-20 kecolongan saat lawan melakukan serangan balik.
“Masalah memang dari penyerangan. Ada (juga) counter attack dari lawan yang harusnya kami siapkan (serta) antisipasi dengan baik,” beber juru taktik berusia 52 tahun tersebut.