Museum Islam Terbesar di Dunia Kembali Dibuka saat Piala Dunia 2022

Saat Piala Dunia 2022 berlangsung, Qatar berharap dapat memamerkan sejarah islam ke seluruh penjuru dunia.

oleh Muhammad YantoDiperbarui 20 Oktober 2022, 17:33 WIB
Museum of Islamic Art (Photo: JAAFAR AFP)

Liputan6.com, Jakarta Kabar bahagia datang untuk suporter beragama muslim di Piala Dunia 2022 Qatar. Pemerintah Qatar telah membuka kembali Museum Islam yang bersejarah.

Museum of Islamic Art (MIA) dibuka kembali pada Selasa 4 Oktober 2022 setelah menjalani proses renovasi selama 18 bulan. Qatar berharap, dibukanya kembali Museum Islam dapat memperkenalkan dunia Arab ke seluruh dunia saat ajang Piala Dunia 2022 digelar

"Kami adalah Museum Seni Islam terbesar di wilayah ini dan kami berada di tengah-tengah dunia Arab," kata Direktur Museum Julia Gonnella dikutip Arab New.

"Di mana Anda bisa belajar dengan lebih baik tentang budaya, seni, dan sejarah Islam di sini?" sambungnya.

Museum ini memamerkan seni dan artefak Islam dalam 14 abad dari seluruh dunia. Dibangun di pulau yang dibangun khusus di kawasan pejalan kaki tepi laut Doha, bangunan ini adalah karya mendiang arsitek AS I.M. Pei, salah satu arsitek paling terkenal di abad ke-20.

Bangunan berlantai lima ini telah mendesain ulang koleksinya, dengan sekitar dua pertiga dari seribu pameran baru di museum.

“Dulu hanya tentang seni, sekarang tentang budaya. Kami benar-benar ingin menceritakan kisah di balik mahakarya," ucap Julia.

Qatar telah menghabiskan miliaran dolar untuk stadion baru menyambut Piala Dunia pertama di negara Arab, yang dimulai pada 20 November.

Saat festival olahraga mendekat, Doha memimpin dorongan budaya, termasuk mendirikan puluhan karya seni publik, dan membuka Museum Olahraga dan Olimpiade Qatar awal tahun ini.

 


Siap Menampung Kedatangan Suporter

Pemerintah Qatar tetap menyediakan minuman beralkohol dan memperbolehkan suporter yang merupakan kaum LGBT untuk menyaksikan Piala Dunia 2022. (AFP/Jamel Samad)

Dengan menjadi tuan rumah, Qatar diprediksi bakal mendapati kunjungan dari jutaan suporter dari negara peserta. Pada hari biasa, jumlah lalu lintas keluar masuk Bandara berada di angka 700 penerbangan.

Sedangkan saat Piala Dunia 2022 diperkirakan berada di angka 1600 penerbangan. Pihak Bandara sebetulnya sudah menerima staf-staf baru, namun dibutuhkan waktu 20 hingga 30 jam pelatihan untuk orang-orang baru tersebut.

Meski demikian, juru bicara Qatar Company for Airports Operation and Management (MATAR) menegaskan persiapan bandara sudah dipersiapkan selama bertahun-tahun dan sudah ditinjau secara menyeluruh.

Lanjut Baca:

“Persiapan bandara untuk Piala Dunia telah berlangsung selama bertahun-tahun dan telah diuji secara menyeluruh dan ditinjau oleh rekan sejawat,” bunyi pernyataan MATAR dilansir sumber yang sama. “MATAR yakin akan kemampuannya untuk memberikan pengalaman bandara yang aman dan lancar bagi semua pengunjung yang akan datang melalui gerbangnya,” tutup pernyataan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya