Liputan6.com, Jakarta Atlet panjat tebing nomor lead putra Indonesia Raviandi Ramadhan sukses mengukir sejarah baru dalam Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 seri Jakarta yang berlangsung di Lot 16–17 SCBD pada Sabtu (24/9/2022) hingga Senin (26/9/2022).
Raviandi menjadi penggawa Merah Putih pertama yang sanggup mencatatkan namanya di babak final lead ajang IFSC Climbing World Cup. Ia tembus ke posisi delapan besar tabel semifinal setelah menempati urutan ke-6 dengan torehan skor 35.
Advertisement
Meski gagal menyumbangkan medali bagi Tanah Air, Raviandi tetap banjir pujian. Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid mengaku terharu atas pencapaian yang diraih sang pemanjat dalam seri pemungkas Kejuaraan Dunia Panjat Tebing edisi ini.
“Hari ini, dalam nomor lead, atlet kita (Raviandi Ramadhan) pertama kali tembus ke babak final. Ini penantian panjang sekali, penantiannya sudah 30 tahun,” ujar Yenny kepada awak media pasca menyaksikan laga final IFSC Climbing World Cup pada Senin (26/9/2022) malam WIB.
“Kami sebetulnya tidak punya target apa-apa untuk kategori lead. Jadi buat saya ini momen yang sangat-sangat mengharukan,” sambungnya.
Yenny mengaku bahwa ajang ini semula hanya akan dijadikan sarana bagi para atlet lead, utamanya Musauwir, untuk naik peringkat. Pasalnya, ia merupakan penggawa Tanah Air dengan ranking tertinggi sejauh ini.
“Target saya awalnya itu cuma Musauwir naik peringkat, karena dia yang paling tinggi peringkatnya saat ini, 40-an kemarin. Tetapi ternyata ada (prestasi) yang lain, yang tidak kita sangka-sangka,” imbuhnya dalam kesempatan yang sama.
Bukan dari Pelatnas
Raviandi sebenarnya bukanlah bagian dari pelatnas. FPTI memang memutuskan untuk memberi kesempatan bagi atlet-atlet luar agar bisa berpartisipasi dalam seri terakhir Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 yang dihelat di Jakarta.
Peluang itu rupanya sanggup dimanfaatkan dengan baik oleh Raviandi. Bersaing dengan pemanjat-pemanjat papan atas dunia, saudara kembar Ravianto Ramadhan tersebut melaju hingga ke partai puncak nomor lead putra.
“Kami sengaja memberi kesempatan kepada sebanyak-banyaknya atlet yang punya potensi untuk bisa ikut dalam kejuaraan tahun ini. Memang biaya lebih besar, tetapi tidak apa-apa. Yang penting, makin banyak yang berpartisipasi, (hasilnya) makin baik,” ungkap Yenny.