PBB Janji Bantu Penyelidikan Serangan yang Tewaskan Tawanan Perang Ukraina

Ukraina telah menuntut Rusia agar bertanggung jawab atas serangan rudal yang menewaskan puluhan tawanan perang.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 01 Agustus 2022, 09:00 WIB
Petugas penyelamat berdiri di atas puing-puing di tempat kejadian setelah serangan rudal Rusia mengenai blok apartemen perumahan, di Chasiv Yar, wilayah Donetsk, Ukraina timur, Minggu, 10 Juli 2022. (AP Photo/Nariman El-Mofty)

Liputan6.com, Kiev - PBB berjanji akan membantu menyelidiki serangan di penjara yang menewaskan tawaran perang Ukraina.

Sebelumnya, Ukraina telah menuntut Rusia agar bertanggung jawab atas serangan rudal yang menewaskan puluhan tawanan perang Ukraina di sebuah fasilitas penahanan yang dioperasikan oleh Rusia di Ukraina timur.

Pemerintah Ukraina pada Sabtu (30/7) menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Komite Palang Merah Internasional untuk segera menyelidiki serangan Jumat (29/7) itu.

“Sehubungan dengan tragedi baru-baru ini di penjara di Olenivka, kami siap siaga untuk mengirim sekelompok pakar untuk melakukan penyelidikan, dengan seizin pihak-pihak terkait," kata Farhan Haq, wakil juru bicara sekjen PBB dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (30/7).

Rusia dan Ukraina saling tuding pihak yang lain melakukan serangan itu. Klaim mereka belum bisa diverifikasi secara independen. Sejauh ini, belum ada organisasi bantuan yang diberi akses ke tempat kejadian itu, tapi Palang Merah meminta akses untuk membantu mengevakuasi para korban luka.

Bom di Mykolaiv 

Ukraina mengatakan kota selatan Mykolaiv mengalami pemboman "besar-besaran" oleh Rusia.

Pihak berwenang mengatakan, satu orang tewas, sementara walikota mengatakan pemboman itu "mungkin yang terkuat sepanjang masa".

Terjadi kerusakan pada sebuah hotel, kompleks olahraga, dua sekolah dan sebuah bengkel, serta rumah-rumah, seperti dikutip dari BBC, Minggu (31/7/2022).

Mykolaiv berada di jalur utama ke Odesa, pelabuhan utama Ukraina, dan telah dihantam berulang kali.

Sementara itu, Rusia telah membatalkan perayaan Hari Angkatan Laut di Krimea yang telah mereka duduki.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Laporan Provokasi

Petugas pemadam kebakaran mengambil puing-puing dari sebuah bangunan yang rusak setelah serangan udara Rusia di Kota Vinnytsia, Ukraina, 14 Juli 2022. Sebanyak 20 orang tewas oleh serangan udara Rusia yang digambarkan sebagai "tindakan teroris secara terbuka" oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Sergei SUPINSKY/AFP)

Alasan yang diberikan oleh Gubernur Sevastopol Mikhail Razvozhayev adalah dugaan serangan pesawat tak berawak Ukraina di markas Armada Laut Hitam. Armada telah lama berbasis di Sevastopol.

Namun seorang pejabat senior Ukraina, Serhiy Bratchuk, menolak laporan Rusia itu sebagai "provokasi".

"Pembebasan Krimea kami akan berlangsung secara berbeda dan jauh lebih efisien," katanya.

Pasukan Rusia mencaplok Krimea pada tahun 2014. Langkah ini dikutuk secara internasional sebagai bentuk ilegal dan memicu sanksi terhadap Rusia.

Hari Angkatan Laut adalah hari libur Rusia tahunan, dan perayaan berlangsung di seluruh Rusia pada hari Minggu. Presiden Vladimir Putin akan hadir pada acara yang berlangsung di St Petersburg, kota kelahirannya.

Dalam sebuah posting Telegram, gubernur Sevastopol mengatakan "sebuah benda tak dikenal terbang ke halaman markas Armada " dan "menurut data awal, itu adalah pesawat tak berawak".

Rusia sering menuduh pihak berwenang Ukraina sebagai pihak beraliran "Nazi" -- bagian dari kampanye propaganda Kremlin untuk membenarkan invasinya ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Sebuah foto yang diposting oleh Gubernur Razvozhayev menunjukkan dia berada di halaman yang dipenuhi dedaunan, tetapi tanpa kerusakan struktural yang jelas. Dia mengatakan perayaan Hari Angkatan Laut telah dibatalkan karena alasan keamanan.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Zelensky Minta Warga Sipil di Donetsk Timur Ukraina Segera Mengungsi

Petugas pemadam kebakaran membawa mayat dari puing-puing gedung pemerintah yang terkena roket Rusia di Mykolaiv (29/3/2022). Serangan Rusia menghancurkan gedung pemerintah daerah di kota Mykolaiv, Ukraina selatan, pelabuhan utama yang diserang selama berminggu-minggu. (AFP/Bulent Kilic)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memerintahkan semua warga sipil yang masih tinggal di beberapa bagian wilayah Donetsk timur di bawah kendali Ukraina untuk mengungsi.

Berbicara dalam pidato larut malam dari Kiev, Zelensky memperingatkan intensifikasi pertempuran, dikutip dari laman BBC, Minggu (31/7/2022).

"Semakin banyak orang meninggalkan wilayah Donetsk sekarang, semakin sedikit orang yang akan dibunuh oleh tentara Rusia," katanya.

Wilayah tersebut telah mengalami bentrokan hebat di tengah kemajuan lambat dari pasukan Rusia, yang telah menguasai sebagian besar wilayah itu.

"Semakin banyak orang meninggalkan wilayah Donetsk sekarang, semakin sedikit orang yang akan dibunuh oleh tentara Rusia," kata pemimpin Ukraina itu.

"Kami akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin dan membatasi teror Rusia."

Intervensi Zelensky datang ketika Rusia mengundang pejabat PBB dan Palang Merah untuk menyelidiki kematian 50 tawanan perang Ukraina (POW) di bagian lain wilayah Donetsk yang ditahan oleh separatis yang didukung Rusia.

Pasukan tewas dalam keadaan yang tidak jelas selama serangan terhadap sebuah penjara di Olenivka, dengan kedua belah pihak saling menyalahkan.

Berbicara pada Sabtu malam, pejabat pertahanan Rusia mengatakan Moskow akan menyambut baik "penyelidikan objektif" atas insiden tersebut.

Simpang Siur Informasi

Tentara Ukraina berlindung dari tembakan artileri yang masuk di Irpin, pinggiran Kyiv, Minggu, 13 Maret 2022. Tepat pada hari ini, Kamis, 24 Maret 2022, invasi Rusia ke Ukraina sudah terhitung genap satu bulan penuh. (AP Photo/Felipe Dana)

Palang Merah mengatakan pada Jumat kemarin bahwa pihaknya meminta akses ke fasilitas penahanan yang dikelola Rusia dan tahanan yang masih hidup - tetapi tidak ada izin yang segera diberikan.

Wakil kepala delegasi di Ukraina, Daniel Bunnskog, mengatakan bahwa pemberian akses ke tawanan perang adalah kewajiban di bawah Konvensi Jenewa.

Kamp penjara Olenivka dikendalikan oleh Republik Rakyat Donetsk (DNR) yang didukung Rusia.

Apa yang terjadi di sana pada Jumat kemarin masih belum jelas. Rekaman video Rusia yang belum diverifikasi setelah kejadian itu menunjukkan jalinan ranjang susun yang rusak dan tubuh manusia yang hangus parah.

Pada Sabtu kemarin, Rusia menerbitkan daftar 50 tawanan perang yang tewas dalam serangan itu. Moskow mengatakan, serangan itu dilakukan oleh Ukraina menggunakan sistem artileri HIMARS buatan AS.

Kiev membantah melakukan serangan itu dan menuduh Rusia menembaki fasilitas di wilayah tersebut untuk menutupi bukti kejahatan perang.

INFOGRAFIS JOURNAL_Konflik Ukraina dan Rusia Ancam Krisis Pangan di Indonesia? (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya