Liputan6.com, Jakarta - Manchester United (MU) sedang mempertimbangkan untuk menawar pemain tengah Lazio Sergej Milinkovic-Savic setelah usaha memburu Frenkie de Jong dari Barcelona kemungkinan besar gagal.
MU santer dikabarkan beralih kepada Savic untuk mengisi pos gelandang tengah baru musim depan. Hal dikarenakan mandeknya transfer De Jong dari Barcelona.
Advertisement
Belum lagi, Setan Merah mendapatkan kabar buruk setelah setelah akhir pekan lalu, Presiden Barcelona Joan Laporta menegaskan mereka tidak ingin menjual pemain asal Belanda tersebut.
"Kami menerima beberapa tawaran untuk Frenkie, tapi kami tidak menerimanya sampai sekarang, karena kami sedang berbicara dengannya dan ingin mengetahui apa yang diinginkannya," kata Laporta.
Menurut Calciomercato yang dikutip Senin (25/7/2022), MU dikabarkan sudah mengakhiri minat terhadap De Jong dan mulai mengalihkan perhatiannya kepada Milinkovic-Savic. Lazio mematok harga sebesar 70 juta pounds atau setara Rp1,2 triliun untuk pemain asal Serbia tersebut.
Bukan cuma MU yang berminat mendapatkan Milinkovic-Savic. Arsenal dan Newcastle United sudah melakukan pendekatan kepada sang agen tapi belum masuk ke dalam tawaran resmi.
Poster pemain berusia 27 tahun yang menjulang itu menjadikannya gelandang box to box ideal untuk mengatur tempo permainan layaknya tipikal permainan De Jong.
Salah satu musim terbaik dari Milinkovic-Savicadalah saat 2021/22 di bawah asuhan Maurizio Sarri, dengan mencetak 11 gol dan 11 assist yang membuat Lazio finish di urutan kelima. Saat ini, kontraknya tersisa dua tahun lagi bersama Lazio.
Krisis Sudah Lewat, De Jong Tak Jadi dijual
Seperti yang dikutip dari Manchester Evening News, Sabtu (23/7/2022), Barcelona dikabarkan tidak jadi menjual pemain bintang mereka, Frankie De Jong ke Manchester United.
Barca juga sudah mulai setuju untuk membayarkan sisa gaji dari De Jong yang memang sengaja dibekukan saat pandemi COVID-19 lalu. Hal ini, juga yang membuat raksasa Catalan itu ingin menjual pemain asal Belanda tersebut ke MU.
Walaupun sudah mendapatkan angin segar mengenai keuangan yang makin membaik. Barcelona masih berupaya menjual beberapa pemain mereka sebelum akhir jendela transfer musim panas untuk mengurangi tagihan gaji mereka.