22,7 Juta Ponsel Terinfeksi Malware, Waspadalah!

Serangan malware terus meningkat. Data dari NQ Mobile Inc., hingga kuartal tiga 2012 lalu tercatat ada lebih dari 22,7 juta perangkat mobile yang telah terinfeksi malware.

oleh Liputan6 diperbarui 01 Feb 2013, 13:20 WIB
Meningkatnya penggunaan ponsel pintar (smartphone) memicu meningkatnya jumlah serangan dan jenis malware baru. Seiring dengan itu, ancaman keamanan data di ponsel juga semakin meningkat.

Menurut data dari NQ Mobile Inc., hingga kuartal tiga 2012 lalu tercatat lebih dari 22,7 juta perangkat mobile telah terinfeksi malware. Lebih dari 41.051 malware terdeteksi hingga tersebut, kenaikannya mencapai 291% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dilihat dari platform yang diserang, perangkat berbasis sistem operasi Android ternyata paling banyak diserang dengan prosentase distribusi malware 94,7 persen. Disusul Symbian 4,2 persen dan Windows Mobile 0,9 persen.

NQ mobile juga memprediksi tahun ini ada 91 persen perangkat Android yang lebih rentan terinfeksi virus dibandingkan ponsel dengan OS lainnya.

Pembuat malware juga semakin cerdik mencari cara untuk menginfeksi smartphone pengguna. Beberapa cara yang digunakan agar malware bisa masuk ke dalam smartphone, misalnya dengan mengarahkan user untuk mendownload aplikasi yang didalamnya sudah disisipi program berbahaya hingga mendomplengi aplikasi populer.

Isnur Rochmad selaku Country Manager NQ Mobile Indonesia mengatakan, 5 negara dengan jumlah perangkat terbanyak yang terinfeksi malware berturut-turut adalah China (23,3%), Amerika Serikat (20,5%), India (18,4%), Timur Tengah (13,2%) dan Inggris (8,3%).

Bahayanya, ponsel yang sudah terinfeksi malware nantinya bisa dimanfaatkan peretas untuk mengambil informasi penting seperti password, username, dan data-data mobile banking.

Karena itu, pengguna smartphone diimbau untuk meningkatkan keamanan ponselnya, antara lain dengan melindungi ponsel dengan password, mendownload aplikas hanya dari sumber resmi yang terpercaya. Pengguna juga diimbau agar tidak sembarangan mengklik URL yang tidak dikenal, serta menggunakan software keamanan antivirus. (DEW)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya