Profil Tim Grup A Piala Dunia 2022: Selamat Datang Belanda, Sang Spesialis Runner-Up

Belanda tampil di Pila Dunia 2022 setelah absen di Piala Dunia 2018. Belanda tergabung di Grup A bersama tuan rumah Qatar.

oleh Muhammad YantoDiterbitkan 14 Juli 2022, 15:00 WIB
Timnas Belanda menang 4-1 atas Belgia pada laga pertama Grup 4 UEFA Nations League A di Koning Boudewijnstadion, Sabtu (4/6/2022) dini hari WIB. (AFP/JOHN THYS) 

Liputan6.com, Jakarta Timnas Belanda akhirnya kembali tampil di Piala Dunia 2022 setelah absen di Piala Dunia 2018. Belanda siap kembali ke pentas terbesar di Qatar dengan pelatih Louis van Gaal.

Ini untuk yang ketiga kalinya Oranje ditangani oleh Van Gaal. Mantan pelatih Barcelona dan Manchester United ini kembali menjadi pelatih Belanda sejak Agustus 2021.

Dia mengisi posisi kosong setelah mundurnya Frank de Boer pada Juni 2021 setelah Belanda tersingkir pada 16 besar Euro 2020.

Belanda datang ke Piala Dunia 2022 Qatar dengan kepercayaan diri tinggi setelah lolos otomatis sebagai juara grup kualifikasi zona Eropa.

Belanda tergabung di Grup G bersama Turki, Norwegia, Montenegro, Latvia, dan Gibraltar.

Kunci keberhasilan Belanda lolos ke Piala Dunia 2022 adalah saat menumbangkan Norwegia 2-0 di Stadion Feyenoor, Rabu dinihari WIB (17/11/2021).

Meski begitu, kemenangan ini tidak didapat dengan cara yang mudah. Tim tuan rumah sepanjang pertandingan tampil menyerang. Namun, berulangkali peluang yang diperoleh selalu gagal menghasilkan gol.

Bahkan, Belanda harus menunggu hingga menit akhir babak kedua. Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Belanda akhirnya menuai hasil setelah Bergwijn memecah kebuntuan pada menit ke-84.

Saat Norwegia melakukan permainan terbuka untuk menyamakan kedudukan, Belanda mampu memaksimalkan serangan balik cepat dan membuat gol kedua melalui gol Depay.

Belanda mengakhiri fase kualifikasi sebagai pemuncak klasemen dengan poin 23 dari 10 pertandingan. Mereka hanya sekali kalah,mengemas tujuh kemenangan serta dua kali seri.


3 Kali Jadi Runner Up

Belanda. Timnas Belanda mampu mencapai partai final Piala Dunia sebanyak 3 kali dalam 10 kali keikutsertaan mereka. Dari tiga kali masuk final, Belanda belum sekalipun juara. Edisi 1974 kalah dari Jerman, 1978 kalah dari Argentina dan edisi 2010 kalah dari Spanyol. (AFP/Jewel Samad)

Belanda bisa dibilang menjad salah satu tim yang paling sial di Piala Dunia. Sudah tiga kali masuk final, selalu berakhir tragis sebagai runner up.

Dua di antaranya, Belanda kalah dari negara tuan rumah, Jerman Barat pada 1974 dan Argentina pada 1978.

Laju dominan mereka sebagai unggulan datang di era 'total football' – gaya sepak bola yang mengalir bebas dan menyerang

Johan Cruyff, mungkin menjadi pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Belanda, dia merevolusi permainan.

Di Piala Dunia 1974, Belanda adalah tim paling dinanti penampilannya oleh penonton. Peragaan taktik total football menjadi alasannya.

Lanjut Baca:

Selain itu, skuat Belanda juga berisikan pemain-pemain legendaris sekaliber Ruud Krol, Rene van de Kerkhof, Johan Neeskens, dan Johan Cruyff. Semua lawan dilibas dalam perjalanan menuju final, kecuali Swedia yang mampu menahan imbang di penyisihan grup. Di partai final Piala Dunia 1974, Belanda kembali diunggulkan meski lawan yang dihadapi adalah Jerman Barat, sang tuan rumah. Belanda berhasil mencetak gol cepat ketika laga baru berjalan dua menit melalui penalti Johan Neeskens. Namun, Jerman membalasnya juga melalui penalti pada menit ke-25 oleh Paul Breitner. Usai gol tersebut, pemain Jerman Barat kian bersemangat. Mereka berhasil membalikan keadaan melalui tembakan jarak dekat Gerd Mueller. Skor 2-1 untuk keunggulan Tim Panser bertahan hingga jeda. Di babak kedua, Belanda membombardir pertahana Jerman Barat. Namun, keunggulan tuan rumah tak berubah hingga bubaran. Jerman Barat berhak merengkuh trofi Piala Dunia kedua sepanjang sejarah, menyusul prestasi edisi 1954. Terlepas dari hasilnya, konsensus di antara para penggemar bahwa Belanda adalah tim yang lebih baik, tetapi mereka hanya kurang beruntung. Namun, itu tidak terjadi di Buenos Aires melawan Argentina yang dikomandoi Oswaldo Ardiles dan Mario Kempes pada tahun 1978. Argentina menang 3-1 sekaligus memupus harapan Belanda untuk menjadi juara yang pertama kalinya. Upaya ketiga Oranje untuk meraih gelar juara terjadi di Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan. Mereka kembali gagal. Gaya umpan pendek dan cepat Spanyol, serta gol menit akhir Andres Iniesta, menjadi kunci bagi trofi Piala Dunia pertama La Furia Roja.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya