Umumnya QR code merupakan salah satu aplikasi yang ditemui dalam sebuah ponsel. Cukup dengan men-scan kode yang ditemui, maka informasi rinci mengenai suatu produk bisa didapatkan.
Namun di kota Rio De Janeiro, Brazil, perkembangan teknologi digabungkan dengan cara tradisional untuk memberikan informasi mengenai kota bagi turis. QR code yang dibuat dalam bentuk mozaik berwarna hitam putih itu dipasang di jalur pejalan kaki. Bahkan QR code itu menjadi simbol kota.
Dikutip Liputan6.com dari Huffington Post, Kamis (31/1/2013) pemerintah kota berencana akan meng-install 30 QR code di beberapa lokasi seperti pantai dan situs sejarah. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menggaet 2 juta turis untuk mengunjungi Rio.
Contoh penggunaan QR code itu menginformasikan tentang Arpoador, batu besar yang berada di ujung pantai paling terkenal dunia, Pantai Ipanema. QR code itu menjelaskan Arpoadar sebagai lokasi terbaik untuk surfing dan sekitar 500 meter dari situ terletak ‘Praia do Diabo’ atau dikenal juga dengan sebutan ‘Devil Beach’.
Kemudian, QR code juga menjelaskan mengapa batu itu disebut "Arpoadar", atau bahasa Portugis untuk "penyerang". Sebab, dulu ini merupakan lokasi para nelayan menyergap paus yang mendekat ke tepi pantai.
QR code ini juga disertai dengan peta kecil yang bisa menunjukkan keberadaan Anda dan lokasi sekitar. Menurut penuturan Marcos Correa, Kepala Pusat Konservasi Dan Fasilitas Umum, "Alat ini sangat berpotensi untuk meningkatkan jumlah kunjungan turis ke Brazil".
Akankah pemerintah Indonesia melakukan upaya serupa untuk meningkatkan jumlah kunjungan turis asing? Tentu ini ide menarik untuk dicoba. (VIN/GAL)
Namun di kota Rio De Janeiro, Brazil, perkembangan teknologi digabungkan dengan cara tradisional untuk memberikan informasi mengenai kota bagi turis. QR code yang dibuat dalam bentuk mozaik berwarna hitam putih itu dipasang di jalur pejalan kaki. Bahkan QR code itu menjadi simbol kota.
Dikutip Liputan6.com dari Huffington Post, Kamis (31/1/2013) pemerintah kota berencana akan meng-install 30 QR code di beberapa lokasi seperti pantai dan situs sejarah. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menggaet 2 juta turis untuk mengunjungi Rio.
Contoh penggunaan QR code itu menginformasikan tentang Arpoador, batu besar yang berada di ujung pantai paling terkenal dunia, Pantai Ipanema. QR code itu menjelaskan Arpoadar sebagai lokasi terbaik untuk surfing dan sekitar 500 meter dari situ terletak ‘Praia do Diabo’ atau dikenal juga dengan sebutan ‘Devil Beach’.
Kemudian, QR code juga menjelaskan mengapa batu itu disebut "Arpoadar", atau bahasa Portugis untuk "penyerang". Sebab, dulu ini merupakan lokasi para nelayan menyergap paus yang mendekat ke tepi pantai.
QR code ini juga disertai dengan peta kecil yang bisa menunjukkan keberadaan Anda dan lokasi sekitar. Menurut penuturan Marcos Correa, Kepala Pusat Konservasi Dan Fasilitas Umum, "Alat ini sangat berpotensi untuk meningkatkan jumlah kunjungan turis ke Brazil".
Akankah pemerintah Indonesia melakukan upaya serupa untuk meningkatkan jumlah kunjungan turis asing? Tentu ini ide menarik untuk dicoba. (VIN/GAL)