Simak Manfaat Melakukan Kayang di Senam Lantai!

Kayang merupakan salah satu gerak senam lantai yang cukup populer di kalangan masyarakat. Gerakan ini berfokus pada melengkungkan tubuh ke atas dengan memanfaatkan telapak tangan dan kaki sebagai tumpuan.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 04 Mei 2022, 07:00 WIB
Pesenam putri DKI Jakarta, Rifda Irfanaluthfi melakukan lompat berputar saat tampil di final senam lantai PON XIX Jabar di GOR Arcamanik, Bandung, Kamis (22/9). Rifda Irfanaluthfi meraih emas dengan total nilai 13.866. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Senam lantai merupakan disiplin yang tergolong fleksibel karena dapat dipraktikkan di dalam dan di luar ruangan. Seperti namanya, senam lantai dilakukan di atas permukaan lantai dengan menggunakan alas berupa matras.

Matras berperan sebagai alat bantu utama dalam olahraga senam lantai karena dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan. Matras idealnya diletakkan di atas permukaan rata serta jauh dari benda-benda yang rawan menyebabkan benturan.

Senam lantai secara umum bermanfaat untuk membangun komponen fisik dalam tubuh. Pasalnya, gerakan dalam senam lantai menuntut pesenam untuk memiliki keseimbangan, kekuatan, dan kelentukan tubuh yang baik.

Olahraga senam lantai telah berkembang sejak zaman Yunani kuno. Kala itu, senam lantai digunakan sebagai pemanasan sebelum melakukan olahraga yang lebih berat. Seiring dengan berjalannya waktu, senam lantai mulai mengalami perubahan.

Adolf Spiess (1810-1858) dan Justus Carl Lion (1829-1901) merupakan tokoh utama yang berperan mengembangkan disiplin senam lantai. Mereka mengadopsi berbagai gerakan, khususnya senam akrobatik, untuk dijadikan sebagai dasar gerakan senam lantai.

Terdapat berbagai macam gerakan senam lantai yang populer di kalangan masyarakat, salah satunya adalah kayang. Kayang merupakan gerak meregangkan dan mengangkat perut serta panggul dalam posisi terbalik.

Dilansir dari modul resmi Kemdikbud, fokus gerakan kayang terletak pada upaya memposisikan tubuh secara melengkung atau membusur ke atas, dengan menggunakan telapak tangan dan kaki sebagai tumpuan.

Gerakan ini umumnya menghadirkan tekanan pada bahu dan sedikit bagian pinggang, sehingga meningkatkan kelentukan tubuh pesenam. Simak penjelasan lengkap mengenai manfaat kayang dalam olahraga senam lantai pada halaman selanjutnya!


Manfaat Kayang

Ilustrasi kayang dalam olahraga senam lantai. (Rishikesh Yogpeeth/Unsplash)

1. Melatih kekuatan otot tangan dan kaki

Kayang bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot tangan dan kaki. Pasalnya, gerakan ini mengharuskan pesenam untuk bertumpu menggunakan tangan dan kaki. Di samping itu, gerakan ini juga bermanfaat untuk melatih otot bahu, perut, dan dada.

2. Meningkatkan kelenturan tulang belakang dan pinggul

Kayang berguna untuk meningkatkan fleksibilitas tulang belakang dan pinggul. Pasalnya, gerakan ini menuntut pesenam untuk banyak memanfaatkan pinggul dan tulang belakang. Kayang juga cocok dilakukan oleh seseorang yang banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk karena bermanfaat untuk meremajakan tulang belakang dan pinggul.

Lanjut Baca:

3. Sebagai terapi bagi penyakit asma Penelitian menyebut gerakan kayang dapat memberikan efek terapi bagi penderita asma. Alasannya, gerakan ini membantu seseorang meregangkan area dada, sehingga memungkinkan adanya peningkatkan jumlah oksigen yang mengalir ke tulang rusuk.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya