Gempa Aceh, Bandara Sultan Iskandar Muda Tetap Operasi

Bencana gempa berkekuatan 6 skala richter yang mengguncang Banda Aceh pada hari ini, (22/1) tak mempengaruhi kegiatan operasional penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda Banda.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Januari 2013, 13:20 WIB
Bencana gempa berkekuatan 6 skala richter yang mengguncang Banda Aceh pada hari ini, (22/1) tak mempengaruhi kegiatan operasional penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh yang tetap berlangsung normal.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II (Persero), Trisno Heryadi, mengatakan kondisi Bandara Bandara Sultan Iskandar Muda masih kondusif. Seluruh fasilitas baik infrastruktur maupun peralatan penunjang operasional penerbangan tidak ada yang terdampak gempa.

"Sejak penerbangan pertama pukul 06.20 WIB hingga penerbangan berikutnya, semua aktivitas berjalan normal,” ujar dia mengutip penjelasan General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Sultan Iskandar Muda , HM Wasfan, Selasa (22/1/2013).
 
Dia menyebutkan penerbangan pertama pada hari ini dilakukan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-397 yang mengangkut sebanyak 154 penumpang menuju Jakarta. Guncangan gempa yang cukup keras pada pukul 05.22 WIB tersebut memang sempat membuat panik warga Kota Banda Aceh, termasuk petugas Angkasa Pura II yang betugas di Bandara Sultan Iskandar Muda.

”Sejumlah warga sempat berhamburan keluar rumah karena terkejut, termasuk saya. Sejalan dengan itu, saya mengkoordinasikan seluruh personel di lapangan untuk memeriksa seluruh fasilitas. Alhamdulillah, ternyata tidak ada yang bermasalah, sehingga kami bisa melaksanakan kegiatan penerbangan secara normal seperti biasanya,” papar dia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) mencatat,  gempa terjadi pada pukul 05.22 dengan kekuatan 6,0 skala richter. Pusat gempa berada 15 kilometer barat daya Kota Banda Aceh pada posisi 5.49 Lintang Utara, dan 95.21 Bujur Timur, dengan kedalaman 84 kilometer. (Nur)

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya