Menko PMK: Jangan Ada Antrian Tiket Kereta Api saat Mudik Lebaran 2022

Kemenhub memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang kereta api secara signifikan, dalam rangka mudik lebaran tahun 2022.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 07 April 2022, 19:45 WIB
Menhub dan Menko PMK melakukan pengecekan kesiapan mudik lebaran di Stasiun (dok: BKIP)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang kereta api secara signifikan, dalam rangka mudik lebaran tahun 2022. 

Hal itu disampikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat melakukan tinjauan ke Stasiun Senen bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy selaku ketua pengamanan perjalanan mudik 2022, Kamis (7/4/2022).

Menhub memperkirakan secara keseluruhan akan ada sekitar 85-86 juta orang yang melakukan mudik lebaran tahun 2022. Sementara, pemudik yang menggunakan kereta api diperkirakan tembus hingga 14 juta orang.

"Yang naik kereta api 14 juta, itu jumlah yang banyak.  Oleh karenanya pak Presiden menugaskan Menko PMK selaku koordinator dan saya mendampingi untuk melakukan proses persiapan dengan baik," kata Menhub Budi.

Menhub juga mengapresiasi PT KAI yang sudah siagap lebih awal melakukan ram Check, kemudian melakukan inspeksi jalur, membuat posko-posko, menambah perjalanan, hingga meningkatkan SDM.

"Saya kira itu upaya yang baik insyallah bisa berjalan baik," ujarnya.

 

Jangan Ada Antrian Tiket

Kendaraan yang didominasi pemudik melintasi Jalan Tol Cipali di kawasan Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (8/7). Diberlakukannya sistem satu arah atau one way menyebabkan jalur Trans Jawa dari arah Palimanan menuju Cikampek ramai lancar pada H+3 Lebaran. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, menyampaikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas sudah mewanti-wanti agar dipersiapakan terkait pengamanan mudik tahun 2022 jauh-jauh hari.

"Kemarin ada rapat kabinet terbatas dan diputuskan, kita hari ini langsung mengecek ke lapangan. Tadi kita sudah ke Bandara mengecek perjalanan udara dan sekarang kita perjalanan darat jalur kereta api," kata Menko PMK.

Menko PMK pun menyampaikan beberapa catatan kepada Menhub dan Ditjen Perkeretapian agr meningkatan pelayanan terhadap penumpang.

"Termasuk ticketing jangan sampe ada antrian panjang, sehingga mereka didorong untuk melakukan (pemesanan) tiket melalui internet," pungkas Menko PMK.

9 Juta Orang Bakal Mudik Gunakan Pesawat

Sejumlah penumpang pesawat berjalan keluar dari Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (18/5/2021). Berdasarkan data pengelola Bandara Soekarno Hatta pada hari pertama pascalarangan mudik, tercatat ada 651 pergerakan pesawat baik datang maupun pergi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effenddy, mengecek kesiapan Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) jelang mudik Lebaran 2022, Kamis (7/4/2022).

Disela kunjungan tersebut, Menteri PMK Muhadjir Effendy memprediksi, akan ada 80 juta orang yang mudik saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2022 mendatang. Jumlah tersebut merupakan total dari jumlah keseluruhan pemudik yang menggunakan berbagai moda transportasi, baik udara, laut, maupun darat.

"Seperti yang sudah disampaikan Pak Menhub, hasil survei Kemenhub, itu nanti untuk yang mudik jumlahnya bisa mencapai 80juta orang," kata Menteri Muhadjir.

Tak hanya itu, Menteri Muhadjir juga mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, diperkirakan pemudik yang menggunakan moda transportasi udara mencapai 9 juta orang.

 

Persiapan Matang

Calon penumpang pesawat mengantre saat lapor diri di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/5/2021). Jumlah pergerakan pesawat mencapai 740 penerbangan baik datang dan pergi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

"Dan tentu saja Bandara Soekarno-Hatta akan menjadi titik sentral dari Bandara yang lain," jelasnya.

Pihaknya pun, bersiap dari jauh hari untuk memastikan moda transportasi siap mengangkut para pemudik nantinya. Pasalnya, sudah dua tahun pemerintah tidak memperbolehkan masyarakat untuk mudik.

"Kita ingin nanti supervisi pemeriksaan kondisi pesawat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sehingga tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan selama mudik baik pemberangkatan maupun sebaliknya," tuturnya.

Infografis Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik Lebaran 2022. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya