Kronologi Bos Chelsea, Roman Abramovich Diduga Diracun saat Ingin Damaikan Rusia-Ukraina

Simak kronologi lengkap invasi Rusia atas Ukraina yang berujung pada peracunan pemilik Chelsea Roman Abramovich dalam artikel berikut ini!

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 29 Maret 2022, 17:14 WIB
Gelar Piala Liga Inggris musim 2005 menjadi trofi pertama Chelsea di bawah kepemimpinan Roman Abramovich. Mereka menyabet tiga Piala Liga Inggris pada tahun 2005, 2007 dan 2015. (AFP/Ben Stansall)

Liputan6.com, Jakarta Roman Abramovich kembali menemui tantangan saat mencoba menyelamatkan muka serta asetnya. Pemilik Chelsea ini sempat berupaya mendamaikan konflik Rusia-Ukraina dengan berperan sebagai negosiator damai di Kiev pada awal bulan ini.

Namun, sudah jatuh tertimpa tangga, Abramovich justru mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Dikutip dari Marca, taipan asal Rusia itu menderita gejala keracunan usai menghadiri pertemuan itu

Gejala yang dirasakan Abramovich, mulai dari mata merah dan berair secara konstan, hingga kulit mengelupas. Wall Street Journal mengeklaim dua delegasi Ukraina lain juga teridentifikasi memiliki gejala serupa.

Nyawa para negosiator–termasuk Roman Abramovich–dilaporkan tidak terancam. Selain tiga orang tersebut, pebisnis Rusia dan anggota parlemen Ukraina Rustem Umerov juga dikabarkan ikut serta dalam negosiasi.

Laporan mengenai insiden ini masih simpang siur. Beragam spekulasi dan teori konspirasi juga banyak bermunculan. Namun salah seorang pakar seperti dilaporkan Bellingcat menyebutkan, kalau Abramovich kemungkinan diserang dengan senjata kimia dosis rendah yang bertujuan untuk menakut-nakuti. 


Buntut Invasi Rusia-Ukraina

Pemilik Chelsea, Roman Abramovich merayakan pesta juara Liga Inggris di stadion Stamford Bridge, london, (21/5). Pesta besar digelar oleh Chelsea usai mengalahkan Sunderland dengan skor 5-1. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Kejadian yang menimpa  Abramovich baru-baru ini bermula dari invasi Rusia atas Ukraina. Seperti yang telah diketahui, Rusia pertama kali melancarkan serangan militer terhadap Ukraina pada 24 Februari 2022.

Konglomerat berusia 55 tahun itu terkana imbasnya sehari berselang. Anggota perlemen Inggris menuntut agar pemerintah membekukan aset sang pemilik The Blues lantaran disinyalir menjalin hubungan dekat dengan rezim Vladimir Putin.

Abramovich bergerak cepat dengan menyerahtugaskan pengelolaan Chelsea pada orang-orang kepercayaannya. Namun pada awal Maret ini, sang taipan akhirnya memutuskan untuk menjual The Blues seharga tiga miliar poundsterling.


Dijatuhi Hukuman

Pemilik Chelsea, Roman Abramovich sebelum menyaksikan Liga Inggris antara Chelsea dan Sunderland di stadion Stamford Bridge di London pada 19 Desember 2015. Dari pernikahannya tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak. (AP Photo/Matt Dunham)

Meski demikian, pemerintah Inggris lebih sigap. Abramovich resmi dijatuhi hukuman sebelum dirinya berhasil menuntaskan penjualan Chelsea. Asetnya di Inggris dibekukan. Klub yang bertengger di peringkat tiga klasemen sementara Liga Premier itu pun terancam jatuh miskin.

Sanksi pemerintah Inggris terhadap Roman Abramovich membuat The Blues tak bisa menjual suvenir resmi klub. Mereka juga dilarang memasarkan tiket pertandingan kandang, serta membeli atau memperpanjang kontrak pemain.

Penonton pertandingan Chelsea di Stamford Bridge hanyalah pemegang tiket terusan yang sudah membeli tiket sejak awal musim. Sementara itu, operasional bisa berjalan jika klub mengajukan spesial lisensi, tetapi rencana penjualan harus ditunda.

Lanjut Baca:

Simak kronologi lengkap konflik Rusia dan Ukraina yang berujung pada peracunan taipan Roman Abramovich pada halaman selanjutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya