Top 3 Tekno: Skin Original Winamp Dijual Sebagai NFT Paling Dicari

Artikel tentang kabar Winamp akan melelang skin original music player yang sempat populer di era 2000-an paling banyak dicari pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Jumat (18/3/2022).

oleh YusliansonDiterbitkan 19 Maret 2022, 11:00 WIB
Ilustrasi Winamp. (Doc: Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Artikel tentang kabar Winamp akan melelang skin original music player yang sempat populer di era 2000-an paling banyak dicari pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Jumat (18/3/2022).

Selain itu, artikel soal 5 aplikasi paling banyak dipakai pengguna Smartfren dan Twitter tindak tegas konten misinformasi soal invasi Rusia ke Ukraina juga banyak dicari.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. Skin Original Winamp Akan Dijual Sebagai NFT

Foto dok. Liputan6.com

Winamp berencana untuk menjual token non-fungible (NFT) untuk skin original media player yang diluncurkan pada 1997.

Perusahaan berencana untuk melelang NFT skin original Winamp di OpenSea pada 16 Mei dan 22 Mei 2022, sebagaimana dikutip dari The Verge, Jumat (18/3/2022).

Selain skin original Winamp, perusahaan juga akan menjual 20 karya seni yang terinspirasi dari skin keluaran 1997 tersebut sebagai NFT juga.

Baca Selengkapnya di Sini

2. 5 Aplikasi Paling Banyak Dipakai Pengguna Internet Smartfren

Ilustrasi pengguna smartphone. Dok: videohive.net

Mengakses layanan internet kini jadi kebutuhan sehari-hari pengguna smartphone. Bagaimana tidak, di tengah kondisi pandemi, masyarakat harus tinggal di rumah dan melakukan aktivitasnya secara daring.

Bekerja, sekolah, berbisnis, hingga hiburan pun dilakukan secara online hingga akhirnya membentuk gaya hidup baru.

Operator seluler Smartfren pun membagikan data terkait aplikasi-aplikasi apa saja yang paling banyak diakses pelanggan di jaringannya.

Baca Selengkapnya di Sini

3. Twitter Tindak Tegas 50.000 Konten Misinformasi Soal Invasi Rusia ke Ukraina

Ilustrasi twitter. (Photo by Jeremy Bezanger on Unsplash)

Twitter mengumumkan sejumlah upaya untuk meredam misinformasi yang beredar di platformnya terkait invasi Rusia ke Ukraina. Salah satunya adalah dengan pelabelan atau penghapusan sejumlah konten.

Mengutip informasi dari Engadget, Jumat (18/3/2022), Twitter telah memberikan label serta menghapus 50.000 konten yang disebut melanggar kebijakan media manipulasi dan buatan di perusahaan.

"Kami juga melihat peningkatan jumlah secara substansial yang dibagikan dengan konteks menipu, menyesatkan, atau tidak akurat, termasuk video konflik lama yang dibagikan seolah-olah terjadi di Ukraina," tulis Twitter melalui blog-nya.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Isk)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya