Resensi Film The Exorcism of God: Tragedi Pendeta Kerasukan Iblis Yang Diusirnya dari Tubuh Jemaat

The Exorcism of God tiba di Indonesia pekan ini. Film horor ini dibintangi Will Beinbrink, Joseph Marcell, dan María Gabriela de Faría.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 12 Maret 2022, 11:30 WIB
Poster film The Exorcism Of God. (Foto: Dok. Saban Capital Group/ IMDb)

Liputan6.com, Jakarta Film horor yang melibatkan memedi tampaknya tak punya banyak tema yang bisa disajikan ke penonton. Premisnya tak jauh dari sebuah keluarga pindah ke rumah baru yang ternyata dihuni lelembut.

Atau, pendeta dimintai tolong untuk mengusir setan yang merasuki tubuh seseorang. Korbannya biasanya anak kecil atau wanita. Yang terbaru ada The Exorcism of God.

The Exorcism of God dibintangi Joseph Marcell dan Will Beinbrink yang kini bisa Anda akses secara legal via platform streaming KlikFilm. Berikut review film The Exorcism of God.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 


Pengusiran Setan di Penjara

Father Peter Williams diperankan Will Beinbrink dalam The Exorcism of God. (Foto: Dok. KlikFilm)

The Exorcism of God mengisahkan tragedi di Nombre de Dios, Meksiko, tahun 2003. Father Peter Williams (Will Beinbrink) mengusir setan dari tubuh Magali (Iran Castillo). Setan bernama Balban bisa membaca pikiran Peter yang diam-diam menyimpan rasa pada Magali.

Sebelum menjalankan ritual pengusiran, ia minta izin kepada Father Michael Lewis (Josephn Marcell) via telepon. Michael minta agar Peter menunggunya dua hari lagi mengingat Balban lebih tangguh dari yang dibayangkan.

Malam itu Peter nekat. Balban berhasil diusir. Apes, beberapa detik kemudian Balban memainkan perasaan Peter hingga melakukan perbuatan terlarang terhadap Magali yang tergolek lemah. Sejak itu, ia dikejar dosa.

Setelah 18 tahun, Peter dimintai tolong untuk mengusir setan dari tubuh Esperanza (María Gabriela de Faría) yang dipenjara. “Kau membuatku basah lagi Bapa Peter,” ucap Esperanza kali pertama bertemu Peter. Rupanya, ada Bablan di tubuh Esperanza. Sebuah rahasia masa lalu terbongkar.

 


Performa Will Beinbrink

Salah satu adegan film The Exorcism of God. (Foto: Dok. KlikFilm)

The Exorcism of God didasari ayat dari surat rasul Paulus kepada Jemaat di Roma, pasal 7 ayat 17 yang isinya, “Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.”

Ayat ini dijadikan pegangan untuk mengembangkan katakter Peter William berikut dunia kecil yang melingkunginya. Hati peter sejatinya putih. Kegagalan mengendalikan diri dimanfaatkan setan lalu menghasilkan dosa.

Lanjut Baca:

Karakter Peter dieksekusi dengan baik oleh Will Beinbrink. Ia mempresentasikan kegelisahan, penyesalan, amarah, dan konflik psikologis yang membuat penonton berempati padanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya