Fakta Unik Derby Milan, dari Berbagi Stadion hingga Solidaritas Antarultras

Derby Milan selalu menuliskan berbagai cerita menarik dari masa ke masa. Cerita unik dan menarik pun kerap terukir di partai paling bergengsi di jagat raya ini

oleh Dzaky NurcahyoDiperbarui 26 Maret 2024, 18:19 WIB
Derby della Madonnina yang mempertemukan AC Milan dan Inter Milan tinggal menghitung hari lagi, tepatnya pada Senin (24/11) pukul 02.45 WIB.

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan akbar antara dua tim sekota bakal terlaksana dalam beberapa jam ke depan. AC Milan bakal ‘bertamu’ ke kandang Inter Milan dalam lanjutan Serie A Italia di Stadion Giuseppe Meazza.

Laga yang akrab dikenal sebagai Derby Milan ini diprediksi berjalan sengit. Selain martabat serta muruah tim yang dipertaruhkan, kedua tim juga tengah berlomba meraih tiga angka demi mendekatkan diri kepada trofi juara.

Berlangsung pada hari Minggu (6/2/2022) dini hari WIB, duel ini akan menjadi pertandingan Ke-230 dalam 10 dekade terakhir. Pertemuan terakhir diantara kedua tim terjadi pada 7 November 2021 lalu dengan hasil akhir sama kuat 1-1.

Walau begitu, dalam 10 pertandingan terakhir, Nerazzurri sukses meraih kemenangan lebih banyak dibanding saudara tuanya, AC Milan. Tercatat, Inter Milan berhasil menaklukan Rossoneri sebanyak enam kali di berbagai ajang kompetisi.

Namun, bila berbicara di luar hasil akhir pertandingan, Derby della Madonnina memang selalu menyuguhkan sejuta cerita. Kala kedua rival bertemu, catatan anyar selalu tertulis dibenak para pendukung masing-masing tim.

Kira-kira apa saja fakta unik dan menarik yang pernah terjadi selama Derby Milan terlaksana? Simak beberapa fakta unik Derby Milan yang bisa Anda lihat di halaman berikutnya:


Adu Gengsi dengan Trofi

Aksi suporter Inter Milan pada laga bertajuk Derby della Madonnina antara AC Milan melawan Inter Milan di Stadion San Siro, Milan, Senin (1/2/2016) dini hari WIB. (AFP/Giuseppe Cacace)

Sebagai ‘saudara’, kedua tim memang selalu bersaing demi menjadi yang terbaik. Baik AC Milan dan Inter Milan selalu berseteru di berbagai bidang, salah satunya dalam hal meraih trofi bergengsi.

Seperti yang terjadi pada Era 1960-an. Waktu itu, AC Milan sukses menyabet gelar perdananya di ajang Liga Champions 1962/63. Rossoneri sukses membawa pulang trofi Si Kuping Besar usai mengalahkan Benfica 2-1 di partai puncak.

Keberhasilan AC Milan ini tampaknya membuat skuad Inter Milan gerah. Alhasil, pada Liga Champions edisi berikutnya, Nerazzurri tak ingin menyia-nyiakan kesempatannya untuk tampil di ajang bergengsi ini.

Benar saja, anak asuh Helenio Herrera ini sukses tampil apik. Nerazzurri bahkan berhasil menekuk Real Madrid di partai final dengan skor 3-1 dan berhak atas trofi perdana Liga Champions.

Lanjut Baca:

Namun, tak berhenti sampai di sana, Inter Milan yang kala itu diperkuat Giacinto Facchetti dan Sandro Mazzola ini berhasil mengulang hal serupa di musim berikutnya. Nerazzurri pun akhirnya dinobatkan menjadi tim ketiga yang berhasil menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut dalam sejarah (1963/64 dan 1964/65).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya