Bintang Muda ISL Mulai Menggusur Pemain Senior

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) versi Kongres Luar Biasa (KLB) Ancol mengapresiasi kinerja pemain muda yang turun di kompetisi tertinggi, yaitu Indonesia Super League (ISL) musim ini.

oleh Liputan6 diperbarui 14 Jan 2013, 22:34 WIB
Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) mengapresiasi kinerja pemain muda yang turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini. Hasil evaluasi yang dilakukan kinerja pemain muda di beberapa klub ISL cukup bagus dan bisa bersaing dengan pemain lainnya.

"Mereka bermain bagus. Makanya kami meminta PT Liga Indonesia sebagai operator ISL serta klub untuk terus memantau perkembangan pemain mudanya," kata Sekjen KPSI Togar Manahan Nero di Jakarta, Senin (14/1/13).

Beberapa klub yang turun di ISL memang mengandalkan pemain muda sebagai ujung tombaknya seperti Persisam Samarinda serta Persija Jakarta. Pemain muda ini bahkan mampu mengusur pemain senior yang lebih berpengalaman.

Di kubu Persisam Samarinda ada beberapa pemain muda yang merupakan jebolan Tim PON Kalimantan Timur seperti Bayu Gatra dan Aldaer Makatindu. Mereka mampu menjadi pendukung pemain senior seperti Ferdinan Sinaga.

Untuk Persija Jakarta bahkan nyaris didominasi pemain muda seiiring mogoknya pemain senior yang meminta kejelasan gaji musim lalu. Pemain muda itu diantaranya Syahroni, Ferry Komul, Jarot, Anindito Wahyu E. Defri Riski hingga Fahreza Agamal.

Togar mengaku klub harus terus melakukan pantaun kinerja pemain muda. Dengan adanya pantaun khusus diharapkan pemain muda ini terus berprestasi sehingga regenerasi bisa berjalan dengan baik. "Klub harus memantau stamina hingga kemampuan pemain. Dia harus didorong lebih berpreastasi lagi," katanya.

Selain mengevaluasi pemain, PSSI juga mengevaluasi kinerja perangkat pertandingan. Hasilnya satu wasit atau perangkat pertandingan terpaksa tidak akan digunakan karena telah melakukan kesalahan dalam memimpin pertandingan.(ant/jum)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya