Simak Hoaks Terkini Seputar Covid-19 Varian Omicron

Simak hoaks terkini seputar Covid-19 varian Omicron

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 05 Januari 2022, 07:00 WIB
Ilustrasi varian COVID-19, omicron. (PHoto by brgfx on Freepik)

Liputan6.com, Jakarta- Informasi virus Covid-19 varian Omicron beredar di tengah masyarakat, namun sebaiknya sebelum mempercayai kabar tersebut dipastikan dulu kebenarannya agar kita tidak menjadi korban hoaks.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar virus Covid-19 varian Omicron, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Simak hoaks terkini seputar Covid-19 varian Omicron:

 

1. Arti Omicron Virus Akhir Zaman

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim arti Omicron virus akhir zaman. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Desember 2021.

klaim arti Omicron virus akhir zaman berupa tangkapan layar unggahan yang berisi tulisan seperti berikut:

 "OMI

OMNI

OMEGA

GREEK FOR (end)

CRON

CHRON

CHRONOS GREEK FOR (Time)

OMICRON IS THE "END TIME"

VIRUS. GET RIGHT WITH GOD.

THE DEVIL IS ABOUT TO MAKE

HIS FINAL MOVE.”

Benarkah klaim arti Omikron virus akhir zaman? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

 

2. WHO Sudah Mendeteksi COVID-19 Varian Omicron Sejak November 2020

Kabar tentang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeteksi virus corona COVID-19 varian Omicron sejak November 2020 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 29 Desember 2020.

Akun Facebook tersebut mengunggah gambar tangkapan layar dari situs WHO. Gambar tersebut berisi tabel data varian COVID-19 yang telah dideteksi WHO. Tertulis juga Omicron telah terdeteksi pada November 2020 di beberapa negara.

"Kebenaran Selalu Menemukan Jalannya Sendiri.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya telah menyatakan keberadaan Varian Omicron pada November 2020, dan banyak negara yang menyatakan bahwa varian itu adalah mutasi ringan saja. Tetapi anehnya sekarang hal yang sama diklaim sebagai sesuatu yang baru muncul dan sangat menular.

Jadi, anda bisa saja membohongi satu orang pada satu waktu. Tapi mustahil anda bisa membohongi semua orang di sepanjang waktu.

Kebohongan ibarat bangkai, jika tidak ketemu baunya pasti esok ketemu tulangnya," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali direspons dan mendapat 2 komentar dari warganet.

Benarkah WHO telah mendeteksi virus corona COVID-19 varian Omicron sejak November 2020? Simak hasil penelusurannya di halam berikut ini.

 

3. Varian Omicron Berhubungan dengan Film Komedi Fiksi Ilmiah Italia Tahun 1963

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim varian baru Covid-19 Omicron berhubungan dengan film komedi fiksi ilmiah Italia tahun 1963. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Desember 2021.

Berikut klaim varian baru Covid-19 Omicron sudah berhubungan dengan film komedi-fiksi ilmiah Italia tahun 1963:

"OMICRON adalah Anagram dari kata "MORONIC" yang artinya ( Tolol ato Bodoh)

Jadi kesimpulannya seberapa TOLOL dan BODOH anda dibohongi oleh varian dengan kata "OMICRON" ? Wkwkwk....😂😅

Film tahun 1963: Menceritakan tentang Sebuah parasit alien mengambil alih tubuh Earthman untuk belajar tentang planet sehingga rasnya dapat mengambil alih. Omicron adalah sebuah film komedi-fiksi ilmiah Italia tahun 1963 yang disutradarai oleh Ugo Gregoretti..

Film tersebut memasuki kompetisi di Festival Film Internasional Venesia ke-24..

Seperti menjadi jelas, kita hidup di alam semesta Quantum, di mana tidak ada kebetulan, hanya sinkronisitas. .

Tanggal rilis awal: 3 September 1963

Sutradara: Ugo Gregoretti 

Produser: Franco Cristaldi

Skenario: Ugo Gregoretti. .

Dan di abad ini.. Omicron adalah jenis varian baru dari koped i9.

Apakah ini suatu Kebetulan...?"

Benarkah klaim varian baru Covid-19 Omicron berhubungan dengan film komedi fiksi ilmiah Italia tahun 1963? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya