Kawah Gunung Galunggung Rawan Longsor

Kawasan kawah Gunung Galunggung di Tasikmalaya, Jabar, hingga kini masih rawan longsor mengingat seringnya terjadi longsoran. Sekitar 20 titik rawan longsor di kawasan tersebut.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Januari 2003, 09:02 WIB
Liputan6.com, Tasikmalaya: Kawasan kawah Gunung Galunggung di Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga kini masih rawan longsor. Pasalnya, sejak Desember 2002, sudah terjadi tiga kali longsor. Sejauh ini, terdapat sekitar 20 titik rawan longsor di wilayah gunung yang terakhir meletus sekitar 20 tahun lampau. Anehnya, pihak Perusahaan Hutan Indonesia setempat tak menutup kawasan wisata tersebut dengan alasan masih aman untuk dikunjungi. Kendati begitu, mereka kini memberlakukan sistem buka tutup dan memasang rambu peringatan untuk keamanan wisatawan. Demikian pemantauan SCTV, baru-baru ini.

Longsoran terakhir terjadi di tebing kawah Blok Curug Cibanjaran dengan luas mencapai empat hektare lebih dan tinggi sekitar 300 meter. Longsoran tersebut disebabkan curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil. Apalagi, di daerah tersebut masih terdapat sisa endapan vulkanik yang belum terikat akibat letusan pada 1982. Selain itu, di wilayah tersebut juga terjadi longsoran kecil di tiga titik. Pertama kali, longsoran terjadi di kawasan Curug Panoongan, 18 Desember 2002, yang akhirnya hingga kini wilayah tersebut ditutup untuk umum [baca: Curug Panoongan Longsor].(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya