Sejarah, Fungsi, dan Peranan FIFA di Sepak Bola

Menilik sejarah, fungsi, serta tugas Induk Sepak Bola Internasional (FIFA) dalam dunia sepak bola

oleh Dzaky NurcahyoDiterbitkan 23 Oktober 2021, 09:00 WIB
Logo FIFA. (AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI)

Liputan6.com, Jakarta - Jika Anda penggemar sepak bola, tentu tidak asing dengan organisasi yang satu ini. Federation Internationale de Football Association atau akrab dikenal FIFA merupakan induk organisasi sepak bola internasional yang berperan sebagai payung hukum di lebih dari 200 asosiasi.

Berdiri pada 21 Mei 1904 di Paris, Perancis, FIFA dirumuskan oleh beberapa tokoh yang berasal dari tujuh negara. Mulai dari Belgia, Spanyol, Swiss, Denmark, Belanda, Perancis, dan Swedia.

FIFA sendiri dibentuk dengan banyak tujuan mulia. Salah satu yang utama adalah mengatur segala hal yang berkaitan dengan sepak bola dan menyatukan asosiasi-asosiasi yang ada untuk bersama-sama memajukan olahraga ini.

Seperti diketahui, sebelum FIFA lahir, sudah ada beberapa asosiasi sepak bola di daratan Eropa. Beberapa di antaranya seperti Asosiasi Sepak Bola Italia (FICG) yang didirikan pada 1898, serta Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) yang dibentuk pada 1863 dan menjadi asosiasi sepak bola pertama di dunia.

Selain itu, para asosiasi sepak bola yang telah lebih dulu didirikan ini tidak serta-merta langsung bergabung dibawah naungan FIFA. Mereka sempat melakukan penolakan tanpa alasan yang jelas dan baru ikut bergabung bersama FIFA satu tahun kemudian, tepatnya pada 1905.


Tugas dan Fungsi FIFA

Logo FIFA dari markas besarnya di Zurich, Swiss. Foto diambil pada 20 Oktober 2010 jelang biding Piala Dunia 2018 dan 2022.AFP PHOTO/SEBASTIAN DERUNGS

Sejak awal dibentuk, FIFA memiliki tugas utama untuk mempromosikan sepak bola ke seluruh penjuru dunia. FIFA berusaha mengemas semenarik mungkin olahraga yang menggunakan si kulit bundar ini.

Meski pada awalnya hanya populer di Eropa, tetapi lambat laun sepak bola mulai di kenal hingga Asia, termasuk di Indonesia. Diketahui sepak bola pertama kali muncul di Tanah Air pada 1914, sepak bola saat itu dibawa masuk oleh pemerintahan kolonial Belanda.

Selain mempromosikan sepak bola, FIFA memiliki beberapa tugas lainnya, seperti mengatur transfer pemain antar tim, membuat kompetisi internasional antar negara, menghadiahkan penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA, hingga melakukan publikasi terkait daftar peringkat Duni FIFA tiap satu bulan.

 

Induk Organisasi Regional

Logo Piala Eropa 2020 terlihat di sebelah pintu masuk Markas UEFA, Nyon, Swiss, Selasa (17/3/2020). Pengunduran Piala Eropa 2020 diambil berdasarkan rapat UEFA yang digelar melalui konferensi jarak jauh. (Jean-Christophe Bott/Keystone via AP)

Perkembangan sepak bola yang kian meningkat membuat kinerja FIFA semakin menumpuk. Sehingga, diperlukan adanya induk organisasi regional yang membantu FIFA dalam mengatur segala hal terkait sepak bola.

Lanjut Baca:

Untungnya FIFA tidak perlu repot-repot untuk membentuk induk organisasi regional ini. Pasalnya, tiap-tiap benua telah membentuk induk organisasi regionalnya sendiri dan dibentuk oleh asosiasi-asosiasi sepak bola yang mendiami benua tersebut. Tercatat, hingga saat ini ada enam induk organisasi regional, yakni: Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) Konfederasi Sepak Bola Oseania (OFC) Uni Sepak Bola Eropa (UEFA)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya