Jenderal Top AS Sebut Kesepakatan dengan Taliban Bisa Hancurkan Afghanistan

Jenderal ternama AS menyatakan bahwa kesepakatan dengan Taliban berpotensi menghancurkan Afghanistan.

oleh Benedikta Miranti T.VDiperbarui 30 September 2021, 08:51 WIB
Pejuang Taliban menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021). Taliban menduduki Istana Kepresidenan Afghanistan dengan puluhan anggota bersenjatanya. (AP Photo/Zabi Karimi)

Liputan6.com, Jakarta - Pejabat tinggi pertahanan AS mengatakan pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban dapat ditelusuri kembali ke kesepakatan antara kelompok itu dan pemerintahan Trump.

Perjanjian Doha yang ditandatangani pada Februari 2020, menetapkan tanggal bagi AS untuk menarik pasukannya.

Dikutip dari laman BBC, Kamis (30/9/2021), Jenderal Frank McKenzie mengatakan kesepakatan itu memiliki "efek yang sangat merusak" pada pemerintah dan militer Afghanistan.

Menteri Pertahanan Lloyd Austin setuju, dengan mengatakan perjanjian itu telah membantu Taliban menjadi "lebih kuat".

Selain menetapkan tanggal penarikan, perjanjian Doha mencakup kewajiban luas pada Taliban untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah kelompok-kelompok seperti al-Qaeda mengancam keamanan AS dan sekutunya.

Setelah pemilihannya, Presiden AS Joe Biden melanjutkan rencana penarikan tetapi dengan tanggal akhir 31 Agustus, bukan Mei.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perjanjian Doha

Pasukan Taliban berjalan menyusuri penjara Pul-e-Charkhi di Kabul, Afghanistan, Senin (13/9/2021). Pul-e-Charkhi sebelumnya adalah penjara utama pemerintah Afghanistan untuk menahan anggota Taliban yang ditangkap. (AP Photo/Felipe Dana)

Para pejabat pertahanan AS membuat komentar pada hari Rabu dalam kesaksian kepada Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat.

Sidang berlangsung beberapa minggu setelah penarikan yang kacau di bandara Kabul ketika kekuatan asing berusaha membawa pulang warganya dan ribuan warga Afghanistan yang putus asa memohon untuk diselamatkan. Sebuah serangan bunuh diri menewaskan 182 orang selama operasi tersebut.

Sebagai kepala Komando Pusat AS, Jenderal McKenzie mengawasi penarikan dari Afghanistan, yang menandai akhir dari kehadiran AS selama 20 tahun di negara itu dan perang terpanjang Amerika.

Jenderal McKenzie mengatakan kepada komite bahwa perjanjian Doha memiliki efek psikologis yang kuat pada pemerintah Afghanistan karena perjanjian tersebut menetapkan tanggal "ketika mereka mengetahui semua bantuan berakhir".

Dia mengatakan dia percaya "cukup lama" bahwa jika AS mengurangi jumlah penasihat militernya di Afghanistan di bawah 2.500, pemerintah dan militer Afghanistan pasti akan runtuh.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya