Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali menegaskan, bahwa terkonfirmasi positif Covid-19 bukanlah sebuah aib.
Bahkan, secara gamblang dia menyebut, terdapat anggota keluarganya yang tertular virus corona jenis baru tersebut.
Advertisement
"Saya juga minta (positif Covid-19) ini bukan aib. Jadi, kalau kena Covid-19 ini bukan aib. Anak, cucu saya kena, ini bukan aib," terangnya dalam acara Peluncuran Kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Wisata Indonesia (BWI), Kamis (26/8).
Oleh karena itu, dia meminta seluruh masyarakat agar lebih berfokus dalam membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Salah satunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk melindungi keselamatan sesama dari ancaman penularan virus Covid-19 yang mematikan.
"Jadi, saya saya minta kita semua yang penting jangan sampai meninggal karena kelengahan kita. Karena anda tidak care, sehingga orang lain kena (Covid-19), saya kira itu tidak elok," tegasnya.
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Minta Pakai Masker Jadi Budaya, Luhut: Kita Belum Tahu Kapan Covid-19 Berakhir
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta penggunaan masker dijadikan budaya oleh masyarakat selama pandemi Covid-19.
Menyusul, belum adanya titik terang akan kepastian pandemi Covid-19 berakhir sebagaimana diungkapkan para ahli.
"Penggunaan masker harus jadi budaya. Karena, terus terang dari berbagai literatur yang kita lihat dan berbagai pendapat para pakar baik dari dalam maupun luar negeri kita belum tahu kapan Covid-19 ini berakhir," ucapnya dalam acara Peluncuran Kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Wisata Indonesia (BWI), Kamis (26/8).
Terlebih, imbuh Menko Luhut, Presiden Jokowi telah meminta masyarakat untuk bisa hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19. Diantaranya dengan tetap memakai masker dalam berbagai aktivitas untuk menekan tingkat penularan virus corona jenis baru tersebut.
"Jadi, seperti apa yang disampaikan oleh presiden (Jokowi) kita mungkin akan hidup dengan ini. Dan nkita harus bisa mengendalikan ini," tegasnya.