Menteri Bahlil Banggakan Pertumbuhan Investasi di Kuartal II-2021

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2021 capai 7,07 persen. Salah satu penopangnya yaitu sisi investasi yang berhasil tumbuh 8 persen.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 24 Agustus 2021, 12:00 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meluncurkan Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi, Senin (23/3/2020). (Athika/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2021 capai 7,07 persen. Salah satu penopangnya yaitu sisi investasi yang berhasil tumbuh 8 persen.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membangggakan salah satu pencapaiannya tersebut disamping sektor konsumsi yang juga naik.

"Kontribusi pertumbuhan (ekonomi nasional) tersebut terjadi pada dua hal yang paling besar, yaitu dari konsumsi dan investasi. Konsumsi tumbuh 5,6 persen dan Investasi hampir 8 persen," ungkapnya dalam acara Indonesia Investment Webinar Series 2021, Selasa (24/8/2021).

Menteri Bahlil mengatakan, melejitnya pertumbuhan investasi di tengah pandemi Covid-19 tersebut lantaran berbagai terobosan yang terus dilakukan pemerintah untuk menarik minat investor menamakan modal di Indonesia. Diantaranya dengan melakukan reformasi hukum melalui pengesahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja untuk penciptaan iklim berusaha dna investasi yang lebih kondusif.

"Undang-Undang Cipta Kerja ini adalah gabungan dari 79 undang-undang yang terjadi tumpang tindih, khususnya terkait investasi," bebernya.

Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan sistem perizinan satu pintu melalui platform Online Single Submission (OSS). Hebatnya, sistem perizinan tersebut bisa diakses secara online bagi pelaku usaha atau investor yang hendak mengurus perizinan terkait.

"Tidak hanya seluruh perizinan (diakses) lewat elektronik via Online Single Submission. Tapi seluruh perizinan di seluruh Kementerian/lembaga di juga sudah terpusat di Kementerian Investasi," tandasnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Data BPS

Pejalan kaki di salah satu JPO Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sebelumnya, Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, salah satu pendorong utama pertumbuhan dari sisi pengeluaran adalah konsumsi rumah tangga dan investasi. Di mana sebesar 84,93 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II tahun ini berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Keduanya juga mengalami pertumbuhan.

Untuk konsumsi rumah tangga, pertumbuhannya didorong oleh kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 104,42. Selain itu, penjualan eceran juga mengalami pertumbuhan sebesar 11,62 persen pada periode tersebut.

"Penguatan terjadi pada kelompok penjualan, yaitu makanan, minuman, dan tembakau, sandang, suku cadang dan aksesoris, bahan bakar kendaraan, serta barang lainnya," jelas dia.

Sementara pertumbuhan investasi didukung oleh realisasi belanja modal pemerintah yang tumbuh 45,56 persen serta realisasi investasi di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang tumbuh 16,21 persen secara year on year (yoy).

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya