Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Joe Biden mengatakan upaya untuk mengevakuasi orang dari bandara Kabul semakin cepat, dengan pasukan AS memperluas perimeter di sekitar lokasi.
Melansir BBC, Senin (23/8/2021), ribuan warga Afghanistan telah mengantre di gerbang dalam upaya untuk melarikan diri dari negara itu setelah Taliban berkuasa pada 15 Agustus.
Advertisement
Biden mengatakan pada Minggu (22/8) bahwa AS telah menerbangkan hampir 28.000 orang keluar dari bandara dalam seminggu terakhir. Dia menghadapi tekanan untuk memperpanjang tenggat waktu evakuasi setelah 31 Agustus.
Presiden mengatakan, diskusi dengan para pemimpin negara lain sedang berlangsung untuk mendorong tenggat waktunya.
"Tidak ada cara untuk mengevakuasi orang sebanyak ini tanpa rasa sakit dan gambar-gambar memilukan yang Anda lihat," kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih.
"Kami telah membuat perubahan, termasuk memperluas area akses di sekitar bandara - zona aman," katanya, seraya menambahkan: "Perjalanan kita masih panjang dan masih banyak yang salah."
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Proses Evakuasi oleh AS
Pada Senin (23/8), Wakil Presiden Kamala Harris mengatakan AS akan melakukan "analisis kuat tentang apa yang telah terjadi" di Afghanistan dalam beberapa pekan terakhir.
"Tetapi saat ini tidak diragukan lagi bahwa fokus kami harus pada mengevakuasi warga Amerika [dan] warga Afghanistan" katanya saat berkunjung ke Singapura.
Sebelumnya, Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 18 pesawat komersial akan digunakan untuk membantu memindahkan para pengungsi ke negara-negara ketiga dari tempat-tempat aman di luar Afghanistan.
Sedikitnya 20 orang tewas saat ribuan orang mengantri di luar bandara Kabul, kata seorang pejabat NATO.