Liputan6.com, Manchester - Manchester United atau MU sedang menikmati salah satu musim terbaik mereka di era setelah Sir Alex Ferguson. Tidak hanya secara statistik, tetapi juga dalam hal kemajuan keseluruhan yang dibuat oleh skuat.
Ole Gunnar Solksjaer telah membuat dampak besar sejak mengambil alih kendali di Manchester United pada Desember 2018. Juru taktik asal Norwegia itu harus dipuji karena keterampilan manajemen manusianya, yang membuat banyak pemain menemukan kembali penampilan mereka.
Advertisement
Salah satu contohnya adalah kebangkitan Luke Shaw. Dia telah membuktikan dirinya sebagai salah satu bek kiri terbaik Liga Inggris di bawah Solksjaer setelah pengucilan publik oleh mantan manajer Manchester United Jose Mourinho.
Untuk itu, mari kita lihat lima pemain paling berharga di Manchester United saat ini seperti dikutip dari Sportskeeda.
Saksikan Video Manchester United di Bawah Ini
5. Mason Greenwood (45 juta pound)
Mason Greenwood bergabung dengan akademi Manchester United atau MU pada usia enam tahun. Dia terus naik pangkat untuk membuat debutnya di tim utama dalam pertandingan Liga Champions.
Greenwood yang saat itu berusia 17 tahun menjadi debutan termuda MU di era Liga Champions. Tidak hanya itu, dia juga sekaligus menjadi pencetak gol termuda di kompetisi Eropa.
Pemain asal Inggris itu mendapatkan terobosan nyata di musim 2019-20. Dia terlibat dalam 21 gol (17 gol dan 4 assist) dari 49 penampilan di semua kompetisi.
Greenwood kembali melanjutkan performa gemilangnya musim ini. Dalam tujuh penampilan terakhir untuk MU, dia mencetak tujuh gol dan satu assist - dengan 11 gol dan enam assist di musim 2020-21.
4. Anthony Martial (45 juta pound)
Anthony Martial tiba dari AS Monaco dengan biaya 54 juta pound dan memiliki impian untuk memulai kariernya di Manchester United. Dia mencetak gol solo yang luar biasa melawan rival berat, Liverpool.
Martial menjadi remaja termahal dunia pada saat itu dan ada ekspektasi tinggi di pundak mudanya. Dia adalah salah satu pemain paling berbakat dan terampil di Liga Inggris.
Tapi, mantan pemenang Golden Boy tersebut dikenal sangat tidak konsisten dan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menguasai bola. Hal ini yang menyebabkan nilai pasarnya jatuh selama bertahun-tahun.