Liputan6.com, Jakarta - Anugerah Perempuan Hebat Indonesia 2021 pada Rabu (21/4/2021) siang menjadi gelaran tahun ketiga yang diselenggarakan oleh Liputan6.com. Tujuan acara ini untuk mengapresiasi perempuan Indonesia yang telah berkontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat hingga berdampak memajukan bangsa Indonesia.
Telah disepakati bersama bahwa bentuk apresiasi ini dinamakan sebagai aksi Perempuan Hebat Indonesia. Pasalnya, mereka yang terpilih bisa memberikan contoh, semangat, sekaligus inpirasi kepada seluruh perempuan di Indonesia.
Advertisement
Tim juri yang diketuai Pemred Liputan6.com Irna Gustiawati menyampaikan latar belakang sekaligus alasan dipilihnya nama-nama penerima Anugerah Perempuan Hebat Indonesia 2021 yang diselenggarakan oleh Liputan6.com bersama KLY (KapanLagi Youniverse) ini.
Sesuai Gagasan Kartini
"Perjuangan serta aksi nyata Perempuan Hebat Indonesia yang terpilih ini sangat sesuai dengan pemikiran dan gagasan Kartini yang tak lekang dimakan zaman," kata Irna Gustiawati.
Kartini adalah perempuan yang pikiran-pikirannya melampaui zamannya. Pemikiran, gagasan dan perjuangan Kartini akan selalu relevan dan masih menjadi PR karena isu-isu yang diangkatnya dahulu, hingga kini masih terus berjalan.
"Kita lihat saja masih banyaknya perempuan yang menjadi korban sikap feodal seperti isu pernikahan anak, isu pengakuan untuk pekerja rumah tangga sebagai golongan pekerja, kekerasan dalam rumah tangga, dan yang tak kalah menakutkan adalah perempuan yang menjadi korban human trafficking (perdagangan manusia)," ujarnya.
Diakui Nusantara
Nasionalisme serta intelektualitas Kartini juga diakui oleh kaum pergerakan selama masa penjajahan Belanda, tepatnya pada periode awal Kebangkitan Nasional.
Tjipto Mangoenkoesumo, seorang Pahlawan Nasional, mengagumi kedalaman pikiran Kartini yang memiliki kesamaan dan semangat sama seperti dirinya, yaitu untuk bisa bebas dari penjajahan dan feodalisme.
Tjipto lalu mendirikan kelompok diskusi bernama Raden Ajeng Kartini Club di Surabaya pada tanggal 3 September 1912.
Sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer juga mengagumi intelektualitas Kartini dan sikap egaliternya. Sampai-sampai, Pramoedya membuat buku "Panggil Aku Kartini Saja", yang menyiratkan Kartini selama ini meminta namanya tak ditambahi embel-embel ningratnya, Raden Ajeng.
Enam Pemenang
Tim juri telah melakukan audiensi dengan berbagai kalangan sebelum menentukan 6 Perempuan Hebat Indonesia 2021 baik dari organisasi keperempuanan, sukarelawan, kementerian, hingga akademisi.