Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD 1,57 Miliar di Maret 2021

Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2021 surplus sebesar USD1,57 miliar.

oleh Liputan6.comDiperbarui 15 April 2021, 11:52 WIB
Aktivitas bongkar muat kontainer di dermaga ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut BPS, pandemi COVID-19 mengkibatkan ekspor barang dan jasa kuartal II/2020 kontraksi 11,66 persen secara yoy dibandingkan kuartal II/2019 sebesar -1,73. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mencatat, neraca perdagangan pada Maret 2021 surplus sebesar USD1,57 miliar. Surplus tersebut terjadi akibat nilai ekspor tercatat lebih tinggi sebesar USD18,35 miliar sedangkan posisi nilai impor sebesar USD14,07 miliar.

"Selama bulan Maret 2021 ini neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus USD1,57 miliar," katanya dalam rilis BPS, di Kantornya, Jakarta, Kamis (15/4).

Dia mengatakan, surplus ini jauh lebih bagus jika dibandingkan neraca perdagangan pada Maret 2020, yang pada waktu itu mengalami surplus hanya USD0,72 miliar. Juga meningkat dibandingkan surplus pada Maret 2019 yang hanya sebesar USD0,70 miliar.

"Jadi kalau kita lihat berdasarkan sektor penggunaan barangnya performa ekspor dan impor pada Maret 2021 ini sangat bagus sekali. Karena ekspor meningkat 30,47 persen. Sementara impornya juga naik tinggi 25,73 persen," jelasnya.

Dia menambahkan, pada Maret 2021 ini Indonesia mengalami surplus dengan beberapa negara. Beberapa diantaranya adalah Amerika Serikat neraca dagang RI Surplus USD1,3 miliar, Filipina USD592 juta dan India USD502 juta.

Sebaliknya dengan beberapa negara neraca perdagangan Indonesia juga masih mengalami defisit. Seperti pada Australia tercatat minus USD529 juta, Korea Selatan minus USD503 juta dan Thailand minus USD281 juta.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Ekspor Indonesia Capai USD 18,35 Miliar di Maret 2021

(Foto:@Pelindo III)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor Indonesia pada Maret 2021 meningkat dibanding bulan sebelumnya Februari 2021. Ekspor Maret tercatat sebesar USD18,35 miliar, sedangkan pada bulan sebelumnya ekspor sebesar USD15,26 miliar.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, peningkatan ekspor tersebut terjadi karena ekspor migas naik sebesar 5,28 persen, dan posisi non migas juga meingkat tajam sebesar 21,21 persen.

"Di bulan Maret 2021 ini nilai ekspor Indonesia adalah sebesar USD18,35 miliar. Jadi kalau kita bandingkan angka ini secara month to month (mtm) pertumbuhannya adalah 20,31 persen," kata Suhariyanto dalam rilis BPS di Kantornya, Jakarta, Kamis (15/4)

Sementara jika dibandingkan secara year on year (yoy) ekspor Maret 2021 juga mengalami peningkatan secara intrensif. Di mana posisi ekspor pada Maret 200 hanya sebesar USD14,07 miliar saja. Hal ini disebakan oleh kenaikan ekspor migas 38,67 persen dan non migas sebesar 30,07 persen.

Menurut sektor, secara umum keseluruhan ekspor pada Maret 2021 mengalami pertumbuhan positif disemua sektor. Bisa dilihat dari sektor pertanian, industri pengelolahan maupun pertambangan mengalami pertumbuhan dua digit baik secara mtm maupun secara yoy.

Untuk sektor pertanian secara mtm mencapai USD0,39 miliar atau meningkat 27,06 persen. Ada beberapa komoditas ekspor mengalami kenaikan ekspor cukup besar dalam hal ini seperti sarang burung, tanaman obat, aromatik dan rempah, tembakau dan cengkeh.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya