Liputan6.com, Medan: Tujuh dari sembilan pekerja pabrik sarung tangan PT Indoglove yang menjadi korban kebakaran masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Medika di kawasan Tanjung Mulia, Medan, Sumatra Utara, Sabtu (3/11). Para korban cedera belum diizinkan pulang.
Sedangkan dua orang lainnya hanya perlu rawat jalan karena hanya menderita luka bakar ringan Jumat kemarin. Rata-rata korban mengalami luka bakar di punggung dan tangan dengan kondisi luka bakar 30 hingga 50 persen.
Kerabat dan rekan kerja korban silih berganti menjenguk para korban ke rumah sakit. Korban mengaku, saat kejadian terdengar ledakan keras kemudian para pekerja berhamburan keluar pabrik.
Hingga kini, pihak perusahaan belum bersedia memberi keterangan mengenai jumlah pekerja yang kemungkinan masih hilang dan menjadi korban. Sementara, petugas pemadam kebakaran dan aparat Kepolisian Sektor Labuhan masih berjaga di sekitar lokasi kebakaran.
Selain korban luka, musibah kebakaran di pabrik sarung tangan ini juga merenggut tiga nyawa pekerja pabrik. Diduga kuat, korban terjebak saat api berkobar melahap bangunan pabrik [baca: Api di Pabrik Sarung Tangan Belum Padam].(RZK/AIS)
Sedangkan dua orang lainnya hanya perlu rawat jalan karena hanya menderita luka bakar ringan Jumat kemarin. Rata-rata korban mengalami luka bakar di punggung dan tangan dengan kondisi luka bakar 30 hingga 50 persen.
Kerabat dan rekan kerja korban silih berganti menjenguk para korban ke rumah sakit. Korban mengaku, saat kejadian terdengar ledakan keras kemudian para pekerja berhamburan keluar pabrik.
Hingga kini, pihak perusahaan belum bersedia memberi keterangan mengenai jumlah pekerja yang kemungkinan masih hilang dan menjadi korban. Sementara, petugas pemadam kebakaran dan aparat Kepolisian Sektor Labuhan masih berjaga di sekitar lokasi kebakaran.
Selain korban luka, musibah kebakaran di pabrik sarung tangan ini juga merenggut tiga nyawa pekerja pabrik. Diduga kuat, korban terjebak saat api berkobar melahap bangunan pabrik [baca: Api di Pabrik Sarung Tangan Belum Padam].(RZK/AIS)