Liputan6.com, Kuta: Sehari sebelum peringatan tragedi Bom Bali I, kawasan wisata Kuta di Kabupaten Badung, Bali, semakin padat, Kamis (11/10). Kepadatan terlihat di sepanjang jalan menuju pantai Kuta, Jalan Legian, dan Kuta Square. Arus lalu-lintas di kawasan ini agak tertahan karena ramainya kendaraan serta wisatawan yang berjalan kaki.
Ramainya Kuta meski bukan di masa liburan ini agaknya bisa dimaklumi. Ada dua kegiatan besar yang sedang dan akan digelar di kawasan ini. Pertama adalah peringatan satu dekade tragedi Bom Bali I, Jumat besok, yang akan digelar di Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, dan berlanjut ke Ground Zero di Jalan Legian, Kuta. Sejak dua hari lalu, wisatawan asing dan domestik pun terus memadati titik ledakan pada sepuluh tahun silam itu.
Pada saat bersamaan, juga digelar sebuah even bertaraf internasional bertajuk Bali's 10th Annual International Event Kuta Carnival A Celebration of Life. Ajang yang dibuka sejak Rabu kemarin itu dipusatkan di pantai Kuta dan menampilkan beragam kesenian tradisional dan kontemporer.
Dari pantauan Liputan6.com, Kamis petang, sepanjang pantai Kuta dimeriahkan dengan pemasangan umbul-umbul di pinggir jalan serta sejumlah panggung seni di pinggir pantai. Jalan raya pun semakin menyempit karena banyaknya pengemudi yang memarkir kendaraan di badan jalan, sehingga jalur satu arah itu hanya mampu dilewati satu kendaraan. Ramainya pejalan kaki turut membuat arus kendaraan menjadi tersendat.
Keramaian juga sangat terasa di Kuta Square, kawasan yang menjadi pusat belanja wisatawan di kawasan Kuta. Berbeda dari kawasan lainnya yang dipenuhi tempat hiburan, Kuta Square lebih didominasi oleh toko-toko pakaian. Karena sempitnya jalan raya, banyak wisatawan memilih untuk berjalan kaki. "Kalau pakai kendaraan malah susah cari parkiran, enakan jalan kaki," ujar Stefy, remaja asal Bandung, Jawa Barat, yang mengaku sedang liburan dengan teman-temannya.
Ramainya Kuta meski bukan di masa liburan ini agaknya bisa dimaklumi. Ada dua kegiatan besar yang sedang dan akan digelar di kawasan ini. Pertama adalah peringatan satu dekade tragedi Bom Bali I, Jumat besok, yang akan digelar di Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, dan berlanjut ke Ground Zero di Jalan Legian, Kuta. Sejak dua hari lalu, wisatawan asing dan domestik pun terus memadati titik ledakan pada sepuluh tahun silam itu.
Pada saat bersamaan, juga digelar sebuah even bertaraf internasional bertajuk Bali's 10th Annual International Event Kuta Carnival A Celebration of Life. Ajang yang dibuka sejak Rabu kemarin itu dipusatkan di pantai Kuta dan menampilkan beragam kesenian tradisional dan kontemporer.
Dari pantauan Liputan6.com, Kamis petang, sepanjang pantai Kuta dimeriahkan dengan pemasangan umbul-umbul di pinggir jalan serta sejumlah panggung seni di pinggir pantai. Jalan raya pun semakin menyempit karena banyaknya pengemudi yang memarkir kendaraan di badan jalan, sehingga jalur satu arah itu hanya mampu dilewati satu kendaraan. Ramainya pejalan kaki turut membuat arus kendaraan menjadi tersendat.
Keramaian juga sangat terasa di Kuta Square, kawasan yang menjadi pusat belanja wisatawan di kawasan Kuta. Berbeda dari kawasan lainnya yang dipenuhi tempat hiburan, Kuta Square lebih didominasi oleh toko-toko pakaian. Karena sempitnya jalan raya, banyak wisatawan memilih untuk berjalan kaki. "Kalau pakai kendaraan malah susah cari parkiran, enakan jalan kaki," ujar Stefy, remaja asal Bandung, Jawa Barat, yang mengaku sedang liburan dengan teman-temannya.
Kuta diperkirakan akan makin padat karena acara puncak peringatan Bom Bali I, Jumat besok, juga akan dihadiri sekitar 2.000 warga Australia. Mereka adalah keluarga korban serta wisatawan yang akan datang bersama Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan mantan PM John Howard yang rencananya ikut menghadiri acara puncak peringatan di kompleks Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali.(ADO)