Pramono Anung Sebut Munaslub PB ISSI Forum Pengprov Abal-Abal

Forum tersebut juga mengklaim adanya mosi tidak percaya terhadap kepengurusa PB ISSI di bawah pimpinan Raja Sapta Oktohari.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 20 Oktober 2020, 19:45 WIB
vertical balap sepeda

Liputan6.com, Jakarta Ketua Dewa Penasehat Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI), Pramono Anung, akhirnya ikut mengomentari soal Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar kelompok yang menamakan diri Forum Komunikasi Pengurus Provinsi se-Indonesia, Sabtu 17 Oktober 2020 lalu.

Pramono Anung dengan tegas menyebut Munaslub tersebut seperti 'dagelan', karena banyaknya kejanggalan dalam acara tersebut. Tak hanya itu, Sekretaris Kabinet (Sekab) di pemerintahan Presiden Joko Widodo itu, menilai kegiatan itu Munaslub PB ISSI abal-abal

"Legitimasi menjadi faktor utama kenapa kegiatan yang diklaim sebagai Munaslub oleh Forum Pengurus Provinsi terlihat sebagai kegiatan yang mengada-ada. Mayoritas perwakilan yang datang dengan mengaku sebagai perwakilan Pengurus Provinsi (Pengorov) tidak memiliki surat mandat yang sah," kata Pramono Anung, Senin 19 Oktober 2020 lalu.

Kejanggalan lain, kata Pramono, beberapa pengurus provinsi (Pengprov) dari Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku, Nusa Tenggara Barat yang masa kerjanya sudah berakhir masuk dalam forum tersebut.

Pramono Anung menyebut sekelompok orang yang mengatasnamakan mantan atlet balap sepeda itu, membuat keruh suasana, dengan menjadi penggerak Munaslub abal-abal. Mereka terdiri dari mantan atlet dan pelatih yang pernah bermasalah dengan kredibilitas.

"Kegiatan ini juga semakin terasa aneh ketika di berbagai slide materi kegiatan selalu menampilkan foto satu orang secara berulang-ulang, sehingga patut dicurigai orang tersebut berupaya untuk mengambil alih kepemimpinan yang sah selama ini," ungkapnya.

Simak Video Menarik Berikut Ini


Kekosongan

Ketua PB ISSI Raja Sapta Oktohari (kiri). (Liputan6.com/Achmad Yani Yustiawan)

Sebelumnya, forum tersebut juga mengklaim adanya mosi tidak percaya terhadap kepengurusa PB ISSI di bawah pimpinan Raja Sapta Oktohari. Meski nyatanya mosi itu tidak pernah sampai ke pengurus.

Forum tersebut juga menyebut telah terjadi kekosongan kepemimpinan di PB ISSI selama 11 bulan terakhir. Namun, selama masa itu masih banyak kegiatan resmi yang dilakukan kepengurusa PB ISSI.

Mereka mencontohkan kegiatan pelatnas balap sepeda yang sampai sekarang masih terus berjalan menggunakan anggaran negara. Belum lama ini juga ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama PB ISSI terkait bantuan anggaran pelatnas Olimpiade 2020 Tokyo yang ditandatangani langsung Raja Sapta Oktohari pada 20 Februari lalu.

Lanjut Baca:

Namun, hal tersebut dibantah Chandra Bhakti, Deputi IV Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora. "Kami tidak melihat kekosongan kepemimpinan di PB ISSI. Realnya cabor di koordinasikan dengan KONI Pusat. Pengakuan legalitas itu di KONI, tapi belum ada laporan dari KONI ke kami. PB ISSI saat ini baik-baik saja." "Selama ini, pengurus ISSI masih melakukan pengelolaan terhadap pelatnas. Kami sudah lakukan MoU dengan Ketua Umum PB ISSI, dan belum lama ini kami juga panggil pengurusnya terkait laporan pelatnas. Saat ini kepengurusan ISSI yang resmi dan diakui Kemenpora yang ketuanya Raja Sapta Oktohari," katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya