Awas Video Hoaks Berisi Pelajar Tes Virus Corona Tanpa Izin Orang Tua

Video itu mengklaim kalau pihak sekolah berhak melakukan tes virus corona kepada para pelajar tanpa perlu mendapat izin orang tua.

oleh Cakrayuri NuralamDiterbitkan 04 September 2020, 11:30 WIB
Gambar menggunakan mikroskop elektron yang tak bertanggal pada Februari 2020 menunjukkan virus corona SARS-CoV-2 (kuning) muncul dari permukaan sel (biru/pink) yang dikultur di laboratorium. Sampel virus dan sel diambil dari seorang pasien yang terinfeksi COVID-19. (NIAID-RML via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video hoaks sedang viral di kawasan Bolton, sebuah kota di Greater Manchester, Inggris. Video tersebut berisikan para pelajar di sebuah sekolah di tes virus corona tanpa sepengetahuan orang tua.

Video tersebut sudah beredar di media sosial. Video itu mengklaim kalau pihak sekolah berhak melakukan tes virus corona kepada para pelajar tanpa perlu mendapat izin orang tua.

Nantinya, jika seorang murid dinyatakan positif virus corona, maka pihak sekolah berhak mengkarantina pelajar tersebut. Namun, video itu sudah dipastikan hoaks oleh Anggota Kabinet Eksekutif untuk Layanan Anak Dewan Bolton, Cllr Anne Galloway.

"Menyebarkan informasi dan video hoaks sangat menjijikan. Ini seperti merusak kerja keras pihak sekolah yang sudah menciptakan situasi aman dan bersahabat untuk kembali," katanya, dikutip dari This is Lancashire.

"Pendidikan sangat penting untuk mensejahterakan anak-anak di Bolton. Jangan sebar video hoaks virus corona agar para pelajar bisa kembali ke kelas dengan selamat," ujar Galloway menambahkan.

 

Berharap Tidak Termakan Hoaks

Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)

Galloway berharap tidak ada orang tua yang termakan hoaks, meski video ini sudah tersebar luas di media sosial. Dia juga ingin video palsu tersebut segera berakhir.

"Saya mendorong orang tua untuk tidak terjebak dengan video hoaks ini. Saya juga meminta semua orang untuk berhenti membagikan video palsu tersebut," ucapnya.

Pekan lalu, Dewan Sheffield juga mengeluarkan peringatan serupa. Pihak polisi Inggris juga sudah bergerak untuk memberantas video hoaks tersebut.

Mereka juga sudah meminta anak tidak pergi ke sekolah jika memiliki tanda-tanda terjangkit virus corona, seperti suh badan tinggi, batuk terus-menerus, hingga kehilangan indera penciuman.

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya