Pelaku Utama Kasus Binjai Diduga dari Aceh

Tim Penyidik TNI tengah memeriksa 150 anggota Batalyon Linud 100 Prajurit Setia yang terlibat tawuran di Binjai. Pemeriksaan dibatasi sebulan termasuk meneliti kemungkinan penyusupan komunis.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Oktober 2002, 08:33 WIB
Liputan6.com, Medan: Tim Penyidik TNI kini memeriksa 150 anggota Batalyon Lintas Udara 100 Prajurit Setia Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat yang terlibat bentrokan dengan polisi di Binjai, Sumatra Utara. Dugaan sementara otak peristiwa itu yakni prajurit asal Nanggroe Aceh Darussalam yang mendaftar masuk TNI dengan menggunakan surat-surat palsu. Tim tersebut diberi tenggat hingga sebulan, termasuk meneliti kemungkinan penyusupan komunis. Hal itu dikatakan Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Idris Gassing di Medan, Sumut, Kamis (10/10).

Sebelumnya, Kepala Staf TNI AD Jenderal Ryamizard Ryacudu memecat secara tidak hormat 20 prajurit Yon Linud 100 karena diduga terlibat kasus penyerangan Markas Satuan Brigade Mobil Batalyon A dan Kantor Kepolisian Resor Langkat, Binjai. Batalyon tempur ini juga direncakan bakal dibekukan selama setahun [baca: KSAD Memecat 20 Prajurit Yon Linud 100].

Peristiwa ini menjadi perhatian serius. Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto sempat menyatakan, kemungkinan masih ada lagi prajurit Yon Linud 100 yang akan dipecat. Hal itu bakal menjadi kenyataan bila mereka terbukti menyerang personel Brimob Yon A di Binjai [baca: Lagi, Sejumlah Prajurit Linud 100 Bakal Dipecat].

Sementara, Komandan Batalyon Zeni Tempur Kodam I Bukit Barisan Letnan Kolonel TNI Hari Subagyo mengungkapkan, pembangunan kembali Markas Brimob Yon A dan Gedung Polres Langkat yang rusak berat diperkirakan akan selesai dalam sebulan. Letkol Hari Subagyo menambahkan, sebanyak satu kompi personel Yon Zipur Kodam I BB tengah menyiapkan tahap kontruksi. Menurut dia, pengerahan anak buahnya untuk menyelesaikan pembangunan itu tergantung kondisi pekerjaan. Sejauh ini kendala utama yang dihadapi adalah gangguan hujan.(COK/Panogari Panggabean)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya