5 Makanan Penyebab Pengapuran Tulang

Menghindari makanan penyebab pengapuran tulang dapat membantu mencegah timbulnya osteoartritis.

oleh Liputan6.comDiperbarui 08 November 2021, 22:16 WIB
Ilustrasi sendi nyeri (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Makanan penyebab pengapuran tulang perlu dibatasi atau bahkan dihindari. Pengapuran adalah masalah sendi yang banyak ditemukan, khususnya pada lanjut usia. Pengapuran paling umum disebabkan osteoartritis.

Osteoartritis adalah suatu kondisi di mana bantalan tulang rawan di antara sendi rusak dan terkikis. Osteoartritis bisa menyebabkan nyeri dan bengkak pada sendi. Kondisi ini bisa memengaruhi sendi mana pun di tubuh, tetapi banyak ditemukan di lutut, tangan, pinggul, atau tulang belakang.

Osteoartritis disebabkan oleh peradangan. Radang sendi bisa disebabkan oleh usia, gaya hidup, hingga makanan.

Ada beberapa makanan penyebab pengapuran tulang. Bagi Anda yang memiliki risiko atau bahkan sudah memiliki pengapuran tulang, penting mengetahui apa saja makanan penyebab pengapuran tulang.

Makanan penyebab pengapuran tulang bisa memicu peradangan dan memperburuk pengapuran. Menghindari makanan penyebab pengapuran tulang dapat membantu mencegah timbulnya osteoartritis.

Makanan penyebab pengapuran tulang ini perlu dibatasi konsumsinya. Berikut makanan penyebab pengapuran tulang, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (17/6/2020).


1. Garam

Ilustraasi foto Liputan 6

Tubuh membutuhkan garam, tapi terlalu banyak mengonsumsi garam akan menimbulkan sejumlah masalah. Terlalu banyak garam dalam tubuh bisa memicu peradangan, termasuk peradangan sendi.

Ketika kadar natrium meningkat, tubuh akan mengalami retensi cairan. Ini dapat menyebabkan pembengkakan sendi. Pembengkakan sendi bisa memperburuk osteoartritis.

Asupan natrium berlebih telah dikaitkan dengan masalah kesehatan, seperti osteoporosis, penyakit ginjal, dan hipertensi. Garam adalah salah satu makanan penyebab pengapuran tulang yang perlu dibatasi konsumsinya.

Untuk mengurangi natrium, cobalah menukar garam dengan rempah-rempah yang lebih sehat. Hindari juga makanan cepat saji yang cenderung mengandung banyak natrium.


2. Gula

Ilustrasi Foto Gula Pasir (iStockphoto)

Gula, khususnya gula olahan bisa memicu peradangan. Gula yang diproses dapat memicu pelepasan sitokin, yang bertindak sebagai pembawa pesan inflamasi dalam tubuh. Gula olahan ini seperti minuman manis, termasuk soda, teh manis, kopi berperasa, dan beberapa minuman jus.

Karbohidrat yang kaya gula, seperti kue olahan, permen, dan beberapa jenis roti juga dapat mengubah respons kekebalan tubuh terhadap penyakit. Reaksi ini dapat memperburuk peradangan dan membuat persendian terasa lebih lemah.

Lanjut Baca:

Batasi asupan gula dan hindari makanan manis berlebihan. Mengganti gula dengan madu atau pemanis alami lannya juga bisa menjadi pilihan sehat.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya