Begini Penerapan Normal Baru di SMK PGRI 13 Surabaya

SMK PGRI 13 Surabaya menggelar simulasi penerapan normal baru di sekolah. Caranya, melalui pembelajaran tatap muka selama sepekan

oleh Liputan6.com diperbarui 17 Jun 2020, 22:00 WIB
Ilustrasi face shield. Sumber foto: unsplash.com/Engin Akyurt.

Liputan6.com, Surabaya SMK PGRI 13 Surabaya menggelar simulasi penerapan normal baru di sekolah. Caranya, melalui pembelajaran tatap muka selama sepekan dari Senin sampai Sabtu (15-20/6/2020). Siswa kelas XI dan XII secara bergantian diminta ke sekolah.

Para siswa akan mendapat pelindung wajah dan edukasi terkait protokol kesehatan. Simulasi ini bertujuan agar siswa memahami penerapan normal baru dan pembelajaran bisa dilakukan tanpa halangan.

“Siswa harus menggunakan masker dan face shield, mereka juga harus tanda tangan kehadiran dan mencuci tangan serta menjalani pemeriksaan suhu tubuh,” ujar Sri Wiludjeng, Kepala SMK PGRI 13 Surabaya, seperti yang dikutip dari Antara, Rabu (17/6/2020).

Simulasi juga untuk memotivasi siswa agar selalu menjaga kesehatan diri dan keluarga di rumah dengan menerapkan jaga jarak atau physical distancing. Kapasitas kelas hanya boleh terisi setengah dari jumlah rombongan belajar, sehingga sistem masuk sekolah secara shift.

Pada awalnya, sekolah akan membagikan pelindung wajah gratis.Namun, jika murid kelupaan membawa masker dan pelindung wajah di kemudian hari, maka pihak SMK PGRI 13 Surabaya akan memberikan sanksi dengan mengharuskan siswanya membeli masker dan pelindung wajah sebelum masuk kelas.

SMK PGRI 13 Surabaya juga membentuk satuan tugas Covid-19 yang berisi para guru untuk mengawasi dan melaksanakan protokol kesehatan, serta mengoptimalkan UKS dan berkoordinasi dengan puskesmas terdekat untuk memberikan edukasi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya