Liputan6.com, Pelalawan: Kepolisian Resor Bengkalis, Riau, menemukan mayat Markus Johanes dan Hendra Picar, petugas satuan pengamanan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terapung di sebuah sungai di wilayah Langgam, Selasa (2/10). Keduanya diperkirakan mati dalam pertikaian antara warga dan karyawan PT RAPP, ahad pekan silam. Setelah bentrokan yang terjadi di tepi Sungai Kampar, Langgam, Kabupaten Pelalawan itu, mereka dinyatakan hilang.
Kepala Polres Bengkalis Ajun Komisaris Besar Polisi Suroso menyatakan bakal mengusut tuntas kasus kematian satpam itu. Dia hampir dapat memastikan, kedua satpam meninggal saat berupaya menengahi perkelahian antara warga setempat dengan karyawan PT RAPP. Kini, jasad keduanya diotopsi di Rumah Sakit Umum Daerah Pekanbaru.
Konflik antara PT RAPP dan warga setempat terjadi karena perusahaan besar tersebut menolak meminjamkan kapal ponton untuk mengangkut kayu. Menurut Kepala Humas PT RAPP Nandik Suparyono, kapal bersangkutan sedang rusak. Tapi, penduduk setempat marah dan menganggap alasan itu direkayasa.
Ketidakakuran antara warga setempat dengan PT RAPP kali ini bukan yang pertama. Sebelumnya, PT RAPP juga pernah digempur penduduk setempat gara-gara dianggap menyerobot lahan pemakaman umum [baca: Ratusan Warga Berdemo di Kantor Gubernur Riau].(MTA/Yusril Ardanis)
Kepala Polres Bengkalis Ajun Komisaris Besar Polisi Suroso menyatakan bakal mengusut tuntas kasus kematian satpam itu. Dia hampir dapat memastikan, kedua satpam meninggal saat berupaya menengahi perkelahian antara warga setempat dengan karyawan PT RAPP. Kini, jasad keduanya diotopsi di Rumah Sakit Umum Daerah Pekanbaru.
Konflik antara PT RAPP dan warga setempat terjadi karena perusahaan besar tersebut menolak meminjamkan kapal ponton untuk mengangkut kayu. Menurut Kepala Humas PT RAPP Nandik Suparyono, kapal bersangkutan sedang rusak. Tapi, penduduk setempat marah dan menganggap alasan itu direkayasa.
Ketidakakuran antara warga setempat dengan PT RAPP kali ini bukan yang pertama. Sebelumnya, PT RAPP juga pernah digempur penduduk setempat gara-gara dianggap menyerobot lahan pemakaman umum [baca: Ratusan Warga Berdemo di Kantor Gubernur Riau].(MTA/Yusril Ardanis)