MotoGP: 5 Pembalap Ini Butuh Waktu Begitu Lama untuk Naik Podium Teratas

Jika Marc Marquez, Casey Stoner, Jorge Lorenzo sampai Valentino Rossi sering juara seri MotoGP, maka para pembalap ini perlu waktu lama meraihnya.

oleh Hendry WibowoDiterbitkan 23 April 2020, 18:25 WIB
Eks rival Valentino Rossi, Sete Gibernau, menjadi penasihat pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, pada MotoGP 2017. (Motorsport)

Texas - Marc Marquez, Casey Stoner, Jorge Lorenzo sampai Valentino Rossi. Empat pembalap ini bisa meraih banyak kemenangan ketika kariernya di MotoGP masih seumur jagung.

Hanya saja sudah tentu, tidak semua pembalap bisa merasakan karier secemerlang keempatnya. Banyak pembalap harus bekerja sangat keras untuk sekadar meraih kemenangan pertama di MotoGP.

Mereka bahkan menanti begitu lama, bahkan ada yang sampai ratusan lomba sebelum merasakan kemenangan debut di MotoGP. Nama-nama ini cukup beruntung.

Karena ada juga pembalap yang harus mengakhiri karier di MotoGP tanpa meraih kemenangan satu pun.

Berikut Bola.com mengumpulkan nama-nama pembalap dengan penantian sangat lama sebelum meraih kemenangan perdana di MotoGP.


1. Danilo Petrucci (124 lomba sebelum kemenangan perdana)

Pembalap Ducati asal Italia, Danilo Petrucci bersama Marc Marquez dan Andrea Dovizioso berada di atas podium usai memenangkan Grand Prix MotoGP Italia di sirkuit Mugello di Scarperia, Italia (2/6/2019). (AP Photo/Antonio Calanni)

Karier Danilo Petrucci terbilang baru menjulang ketika usianya tidak lagi muda. Terbukti mengikuti MotoGP sejak musim 2012, Petrucci baru bisa merasakan kemenangan perdana di tahun 2019.

Karier pembalap asal Italia ini mulai menjulang bersama tim satelit Pramac Ducati pada musim 2015. Tahun tersebut, ia untuk kali pertama naik podium di kelas MotoGP saat finis kedua pada lomba di Sirkuit Silverstone.

Empat tahun di Pramac, ia terus membuktikan diri. Puncaknya ketika Ducati berpisah dengan Jorge Lorenzo musim 2019, tim pabrikan asal Italia itu memutuskan untuk mengorbitkan Petrucci.

Petrucci pun membayar kepercayaan Ducati lewat kemenangan di lomba kandang tim dan juga dirinya di Sirkuit Mugello. Dia butuh 124 lomba sebelum menang di MotoGP Italia.


2. Cal Crutchlow (98 lomba sebelum kemenangan perdana)

9. Cal Crutchlow (LCR Honda) - 595 ribu Follower. (AFP/Javier Soriano)

Seperti Petrucci, Crutchlow merupakan contoh untuk sukses di MotoGP memang butuh kerja keras, kesabaran dan kesempatan sebanyak mungkin.

Crutchlow bahkan harus berganti-ganti tim sebelum meraih kemenangan perdana. Dari Yamaha Tech 3, Ducati, sampai dengan kini LCR Honda.

Pembalap asal Inggris itu akhirnya finis terdepan pertama di MotoGP Ceko tahun 2016. Itu merupakan lomba ke-98 dirinya sebelum menjejak podium pertama MotoGP.

Sayangnya sampai kini, saat usianya menginjak 34 tahun, ia belum diberikan kepercayaan untuk memperkuat tim pabrikan Honda.


3. Jack Findlay (82 lomba sebelum kemenangan perdana)

Jack Findlay. (Istimewa)

Pada eranya banyak pembalap mengikuti lebih dari satu kelas di Kejuaraan Dunia Balap Motor. Langkah tersebut turut dilakukan Jack Findlay.

Lanjut Baca:

Namun di kelas tertinggi yang saat itu masih bernama kelas 500cc, Findlay kali pertama berkiprah pada musim 1958 dan baru merasakan kemenangan di tahun 1971. Kala itu, ia finis pertama pada lomba GP Ulster atau lomba ke-82 dirinya di kelas tertinggi sebelum finis pertama. Namun sampai mengakhiri karier, Findlay urung merasakan titel juara dunia dan hanya merasakan tiga kemenangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya