Jakarta - "Bambang Pamungkas, macan-nya Persija. Bola ditendang langsung masuk ke gawang. Sorak-sorai, The Jak bergembira. Hari ini, raih poin tiga."
Petikan chant dari The Jakmania tersebut kerap menggelora kala seorang Bambang Pamungkas menggetarkan gawang lawan. Empat tahun belakangan, nyanyian tersebut mulai jarang terdengar. Bahkan mulai tahun ini, tak ada lagi sorakan khusus bagi Bepe, panggilan Bambang, saat beraksi di atas lapangan.
Advertisement
Berbanding terbalik dengan usianya yang terus bertambah, produktivitas Bambang Pamungkas terus menurun setelah menorehkan dua digit gol alias sepuluh gol semasa bermain untuk Pelita Bandung Raya (PBR) pada Indonesia Super League (ISL) musim 2014. Saat kembali ke Persija pada 2015, kompetisi dihentikan di awal musim.
Tidak menghitung statistik musim 2016 karena kompetisi bergulir secara tidak resmi, nama Bepe hanya lima kali tercatat di papan skor pada Liga 1 2017, dan terjun bebas ke angka satu saat Liga 1 2018. Pada musim terakhirnya bersama Persija dan sebagai pesepak bola, nihil gol yang dihasilkan Bepe di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Memutuskan untuk gantung sepatu pada akhir musim lalu, nama Bepe akan selalu dikenang sebagai pemain terbaik dalam sejarah Persija. Pemain dengan ciri khas kumis tebal ini pernah dua kali mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia untuk tim ibu kota, yaitu 2001 dan 2018. Dia juga sekali tercatat sebagai pemain tersebur kompetisi pada 1999-2000.
Partai kandang terakhir Bepe bersama Persija dinodai oleh kekalahan 1-2 dari Persebaya Surabaya pada 17 Desember 2019. Meski begitu, salam perpisahan dari pemain kelahiran Getas, Kabupaten Semarang, ini tetap menyentuh hati.
"Orang bijak berkata, laki-laki sejati tidak menangis, tapi hatinya berdarah. Malam ini, izinkan saya untuk menjadi seorang laki-laki sejati, dengan tidak banyak berbicara, agar saya tidak menangis, cukup hati saya yang berdarah," sepenggal ucapan perpisahan Bambang Pamungkas.
Dimulai dari Panggilan Timnas Indonesia U-19
Dikutip dari blog pribadinya, Bambang Pamungkas berkisah awal mula sebelum ia dikontrak Persija pada 1999. Bepe dipanggil Timnas Indonesia U-19 untuk sebuah turnamen di Manila, Filipina, pada 1998. Bersama Purwanto, Bepe menorehkan tujuh gol pada kejuaraan tersebut.