Barcelona - Luis Enrique adalah satu dari segelintir pesepak bola yang pernah memperkuat Real Madrid dan Barcelona. Meski menorehkan prestasi dan merasakan titel juara di Real Madrid, ia lebih dihargai dan sukses di Barcelona.
Pria asal Spanyol tersebut mengawali kariernya bersama Sporting Gijon. Setelah memperkuat Sporting Gijon B, Luis Enrique dipercaya membela tim senior pada awal musim 1989-1990.
Advertisement
Namun, performa Enrique baru mencuri perhatian pada musim 1990-1991. Pada musim tersebut, Enrique yang berposisi sebagai gelandang dan penyerang berhasil mencetak 17 gol dari 44 pertandingan di seluruh ajang.
Gemilang bersama klub berjulukan Rojiblancos tersebut, Luis Enrique dilirik Real Madrid. Manajemen Madrid tak perlu mengucurkan dana besar untuk mendapatkan Enrique. Mahar 250 ribu pesetas (1,5 juta euro) sudah cukup memboyong sang pemain ke Santiago Bernabeu pada musim panas 1991.
Luis Enrique yang ketika bergabung masih berusia 21 tahun mampu menjadi sosok penting dalam skema permainan El Real. Piawai dalam membobol gawang lawan membuat dia berhasil mencetak 18 gol dan satu assist dari 213 pertandingan di seluruh ajang bersama Madrid.
Satu dari 18 gol tersebut bersarang ke gawang Barcelona pada laga pekan ke-16 La Liga 1994-1995 di Santiago Bernabeu, 7 Januari 1995. Berawal tendangan Ivan Zamorano yang membentur mistar gawang, bola liar langsung disambar Luis Enrique dengan sepakan kaki kanan.
Si kulit bundar meluncur deras masuk ke gawang Los Cules yang dikawal Carles Busquets. Enrique langsung berlari ke arah suporter Los Blancos sambil merentangkan jersey putih yang dipakainya.
Berkat kontribusi Luis Enrique pada musim tersebut, Real Madrid berhasil menjuarai La Liga 1994-1995. Selain trofi liga, Enrique juga membantu Madrid merengkuh trofi Copa del Rey 1992-1993 dan Piala Super Spanyol 1993.
Merasa Tak Dihargai
Dengan prestasi yang ditorehkan, Luis Enrique seharusnya menjadi idola dan sosok legenda di Real Madrid. Namun pada kenyataannya, Enrique tak dihargai oleh suporter ataupun manajemen Madrid. Dia seperti anak tiri yang tak diperhatikan.